Ilustrasi (Foto: Pixabay)
Terasmuslim.com - Di bulan Ramadan tahun kedua Hijriah, umat Islam mengalami momen duka yang mendalam. Putri Nabi Muhammad, Sayyidah Ruqayyah, wafat saat Perang Badar tengah berlangsung. Kepergiannya menjadi pukulan berat bagi Rasulullah, terlebih karena beliau tidak berada disisinya saat itu.
Ruqayyah adalah putri kedua Nabi Muhammad dari pernikahannya dengan Khadijah binti Khuwailid. Ia tumbuh menjadi sosok yang cerdas, penuh kasih, dan sangat dicintai ayahnya. Dari pernikahannya dengan Usman bin Affan, Ruqayyah dikaruniai seorang putra bernama Abdullah. Namun, takdir berkata lain Abdullah wafat di usia enam tahun, meninggalkan duka yang mendalam bagi ibunya.
Kesedihan itu membuat Ruqayyah jatuh sakit. Saat Perang Badar berkecamuk, ia masih terbaring lemah di Madinah, dirawat oleh suaminya. Beberapa hari menjelang akhir Ramadan, Ruqayyah menghembuskan nafas terakhirnya. Sumber sejarah berbeda pendapat mengenai tanggal pastinya, ada yang menyebut 17, 20, atau 23 Ramadan.
Saat Rasulullah dan pasukan Muslim memenangkan Perang Badar, kabar duka dari Madinah pun sampai kepadanya. Nabi segera kembali ke Madinah, namun setibanya di sana, pemakaman Ruqayyah telah berlangsung. Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga dan sahabat-sahabatnya.
Sayyidah Ruqayyah dikenal dengan julukan Dzatu Hijratain, yang berarti perempuan yang berhijrah dua kali. Ia pertama kali berhijrah ke Habasyah bersama Usman bin Affan atas perintah Nabi untuk menghindari tekanan kaum Quraisy. Ketika mendengar kabar bahwa situasi di Mekkah membaik, mereka kembali. Namun, kenyataan berkata lain Mekah masih menjadi tempat yang penuh ancaman bagi umat Islam.
Akhirnya, Nabi memerintahkan mereka untuk berhijrah kembali, kali ini menuju Madinah. Perjalanan hijrah yang penuh perjuangan itu menjadikan Sayyidah Ruqayyah sebagai sosok istimewa dalam sejarah Islam.
Di usia yang masih muda, 22 tahun, Sayyidah Ruqayyah berpulang. Ia dimakamkan di Baqi`, area pemakaman di sekitar Masjid Nabawi. Kisah hidupnya tetap abadi sebagai teladan kesabaran, keteguhan, dan pengorbanan dalam menegakkan agama Islam.