• KEISLAMAN

Jadikan Setiap Amal sebagai yang Terakhir

Yahya Sukamdani | Sabtu, 29/11/2025
Jadikan Setiap Amal sebagai yang Terakhir Ilustrasi shalat saat sakit

Terasmuslim.com - Setiap muslim dianjurkan untuk selalu mengingat kematian agar tidak menunda-nunda kebaikan. Allah berfirman, “Setiap jiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). Mengingat bahwa ajal dapat datang kapan saja membuat kita lebih serius dalam beribadah dan menjauhi maksiat. Ketika seseorang menganggap bahwa amal yang sedang ia lakukan bisa saja menjadi amal terakhirnya, maka kualitas ibadahnya akan meningkat, lebih khusyuk, dan lebih penuh kesadaran.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan (kematian).” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menegaskan bahwa ingatan terhadap kematian bukan untuk membuat seseorang takut berlebihan, tetapi agar hatinya terjaga dari kelalaian. Orang yang merasa bahwa setiap sedekah, salat, atau kebaikan dapat menjadi yang terakhir, akan melakukannya dengan penuh keikhlasan tanpa berharap balasan dari manusia. Perasaan ini mendorong lahirnya amal terbaik yang dapat mengangkat derajat seseorang di sisi Allah.

Dalam Al-Qur’an, Allah juga mengingatkan pentingnya bersiap sebelum ajal datang: “Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kalian.” (QS. Al-Munafiqun: 10). Ayat ini menunjukkan bahwa penyesalan terbesar adalah ketika seseorang ingin berbuat kebaikan setelah ajal menjemputnya. Karena itu, menjadikan setiap amal sebagai “amal terakhir” adalah cara untuk mencegah penyesalan dan memastikan setiap detik digunakan untuk hal bermanfaat.

Jika setiap salat dilakukan seolah-olah itu salat terakhir, setiap sedekah seolah-olah itu sedekah terakhir, dan setiap nasihat seolah-olah itu pesan terakhir, niscaya hidup akan lebih bermakna. Sikap ini meningkatkan kualitas hidup seorang mukmin, membuatnya lebih tenang, lebih ikhlas, dan lebih fokus pada akhirat. Dengan menganggap setiap amal sebagai amal terakhir, kita sedang menyiapkan diri untuk perjumpaan terbaik dengan Allah.