• KEISLAMAN

Tanda Puber Anak Laki-Laki dan Doa yang Dianjurkan dalam Islam

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Rabu, 15/10/2025
Tanda Puber Anak Laki-Laki dan Doa yang Dianjurkan dalam Islam Ilustrasi - ini tanda laki-laki mengalami masa puber atau dewasa (Foto: AI)

Jakarta, Terasmuslim.com - Masa pubertas merupakan fase penting dalam kehidupan seorang anak laki-laki. Dalam Islam, masa ini disebut sebagai awal baligh, yaitu saat seseorang mulai memikul tanggung jawab atas amal dan perbuatannya di sisi Allah SWT.

Selain mengalami perubahan fisik, anak laki-laki juga memasuki masa kedewasaan spiritual, di mana mereka mulai diwajibkan untuk melaksanakan ibadah seperti salat, puasa, dan menjauhi hal-hal yang diharamkan.

Menurut para ahli dan juga penjelasan dalam fiqih Islam, tanda-tanda seorang anak laki-laki telah mencapai masa puber (baligh) dapat dikenali dari beberapa hal berikut:

1. Mimpi basah (ihtilam)

2. Munculnya rambut halus di kemaluan dan ketiak.

3. Perubahan suara menjadi lebih berat.

4. Tumbuhnya kumis atau janggut tipis.

5. Pertumbuhan tinggi badan yang cepat dan peningkatan massa otot.

6. Mulainya ketertarikan terhadap lawan jenis dan meningkatnya rasa ingin tahu tentang identitas diri.

Dalam Islam, tanda paling jelas dari baligh pada laki-laki adalah mimpi basah, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim:

“Pena (catatan amal) diangkat dari tiga golongan: dari anak kecil sampai ia bermimpi (baligh), dari orang tidur sampai ia bangun, dan dari orang gila sampai ia sembuh.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dalam pandangan Islam, pubertas bukan hanya perubahan fisik, tetapi juga awal tanggung jawab moral dan spiritual.
Sejak anak mencapai masa baligh, ia sudah dianggap mukallaf — artinya bertanggung jawab atas amal baik dan buruknya.

Karena itu, orang tua memiliki peran penting untuk mendidik anak tentang akhlak, ibadah, dan adab pergaulan, agar masa transisi ini menjadi kesempatan memperkuat iman dan kedewasaan diri.

Islam mengajarkan agar orang tua dan anak berdoa memohon petunjuk serta perlindungan ketika menghadapi masa perubahan ini. Berikut salah satu doa yang bisa dibaca:

اللَّهُمَّ اهْدِ قَلْبَهُ، وَنَوِّرْ بَصَرَهُ، وَاجْعَلْهُ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Allāhumma ihdi qalbahu, wa nawwir basharahu, wa’j‘alhu min ‘ibādikas-sālihīn.

“Ya Allah, tunjukilah hatinya, terangilah pandangannya, dan jadikanlah ia termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Selain doa di atas, Rasulullah SAW juga menganjurkan agar setiap Muslim berdoa dengan doa umum untuk perlindungan dari fitnah dan hawa nafsu:

Arab:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى، وَالتُّقَى، وَالْعَفَافَ، وَالْغِنَى

Latin:
Allāhumma innī as’aluka al-hudā, wat-tuqa, wal-‘afāfa, wal-ghinā.

Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan.”
(HR. Muslim)

Peran Orang Tua dalam Membimbing Anak Puber

Islam mengajarkan agar orang tua menjadi teladan utama bagi anak-anaknya. Saat anak laki-laki mulai memasuki masa puber, orang tua disarankan untuk:

Menjelaskan makna baligh dan tanggung jawab ibadah.

Memberikan pendidikan tentang menjaga pandangan dan adab pergaulan.

Mengajarkan kebersihan diri setelah mimpi basah (mandi junub).

Mendampingi secara emosional agar anak merasa nyaman dan tidak malu.

Dengan bimbingan yang baik, masa puber akan menjadi awal kedewasaan yang penuh keberkahan dan menjadi titik awal bagi anak untuk mengenal tanggung jawabnya sebagai hamba Allah.

Masa pubertas bagi anak laki-laki dalam Islam bukan hanya tentang perubahan fisik, tetapi juga tentang kematangan iman dan tanggung jawab moral. Dengan doa, pendidikan, dan teladan dari orang tua, anak akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan kehidupan dengan iman yang kokoh.

“Dan hendaklah mereka berdoa: Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan salat.” (QS. Ibrahim: 40)