Ilustrasi - berbagi (Foto: Pexels/Rdne)
Jakarta, Terasmuslim.com - Tradisi membagikan “Jumat Berkah” semakin populer di tengah masyarakat, terutama pada hari Jumat yang diyakini sebagai hari penuh keutamaan dalam Islam.
Kegiatan ini biasanya berupa pembagian makanan atau minuman secara gratis kepada orang-orang yang membutuhkan. Namun, muncul pertanyaan: manakah yang lebih utama—berbagi di jalan atau di masjid?
Membagikan makanan di masjid misalnya setelah salat Jumat juga memiliki keutamaan, karena masjid adalah tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin mendekatkan diri kepada Allah. Sedekah yang dilakukan di tempat suci juga bisa memberikan pahala tambahan karena bertepatan dengan momen ibadah.
KH Buya Yahya dalam beberapa kajiannya menyampaikan bahwa yang paling penting dalam sedekah adalah tepat sasaran dan disertai niat yang ikhlas yang dikutip pada Jumat (25/7).
"Boleh di jalan, boleh di masjid. Lihat di mana yang lebih membutuhkan dan lebih tepat sasaran," jelas Buya Yahya.
Sebagai contoh, jika di sekitar masjid banyak jamaah yang berasal dari kalangan tidak mampu, maka berbagi di masjid bisa sangat bermanfaat. Namun jika banyak orang yang lebih membutuhkan di jalanan, maka membagikan sedekah di sana bisa lebih berdampak secara sosial.
Hari Jumat dalam Islam dikenal sebagai sayyidul ayyam (penghulu hari). Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah pada hari Jumat lebih utama dibanding hari-hari lainnya.” (HR. Abdurrazzaq)
Oleh karena itu, membagikan sedekah pada hari Jumat, baik di jalan maupun di masjid, keduanya memiliki nilai pahala yang besar jika dilakukan dengan niat tulus dan tanpa riya (pamer).