KEISLAMAN

Anjuran Menghabiskan Makanan demi Memetik Keberkahan dalam Islam

Yahya Sukamdani| Minggu, 20/09/2026
Pentingnya Menghabiskan Makanan untuk Memetik Keberkahan dan Mencegah Mubazir Ilustrasi adab makan dan minum sesuai syariat

Terasmuslim.com - Menghabiskan rezeki berupa makanan yang disajikan di atas piring merupakan bagian dari adab makan yang diajarkan dalam Islam.

Setiap butir makanan yang tersaji membawa rezeki dan keberkahan yang tidak pernah kita ketahui pada bagian mana berkah tersebut diletakkan.

Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam dengan tegas memerintahkan umatnya untuk membersihkan sisa makanan di piring dan jari-jari tangan setelah makan.

Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi shallallahu `alaihi wasallam bersabda mengenai rahasia di balik makanan yang dihabiskan:

Baca juga :

"Sesungguhnya kalian tidak mengetahui pada bagian mana makanan kalian yang mengandung berkah."

Membuang-buang makanan yang masih layak konsumsi merupakan bentuk tindakan mubazir yang sangat dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala.

Larangan mengenai perbuatan mubazir ini diabadikan secara eksplisit oleh Allah dalam Surah Al-Isra ayat 26 sampai 27:

Wa lā tubażżir tabżīrā, innal-mubażżirīna kānū ikhwānaś-syayāṭīn.

(Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros, sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan).

Selain larangan mubazir, Allah Subhanahu wa Ta meyakinkan umat manusia untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan melalui Surah Al-A`raf ayat 31.

Mengambil porsi makanan secukupnya menjadi langkah awal agar kita mampu menghabiskan seluruh makanan tanpa ada yang terbuang.

Nabi shallallahu `alaihi wasallam juga mengingatkan bahwa makanan yang disisa-sisakan dapat menjadi pintu masuk bagi godaan setan.

Menghargai setiap butir nasi dan lauk merupakan cerminan rasa syukur seorang hamba atas nikmat pangan yang telah dianugerahkan.

Allah Subhanahu wa Ta`ala berjanji akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang pandai bersyukur, sebagaimana tertuang dalam Surah Ibrahim ayat 7.

Di saat masih banyak saudara sesama muslim yang mengalami kelaparan, menyisakan makanan menjadi bentuk ketidakpedulian sosial.

Tradisi menghabiskan makanan melatih diri untuk senantiasa rendah hati dan memupuk rasa kepedulian terhadap sesama.

Dengan membiasakan diri menghabiskan makanan, kita tidak hanya meraih kebugaran jasmani tetapi juga menyempurnakan pahala sunnah Rasulullah.

TAGS : hukum menghabiskan makanan adab makan berkah makanan

Terkini