KEISLAMAN

Sikap Islami Menasihati Tokoh Agama Yang Terjerumus Dosa

Yahya Sukamdani| Minggu, 30/08/2026
Panduan syariat merespons kekhilafan tokoh agama secara santun beradab. Ilustrasi ulama menyampaikan dakwah

Terasmuslim.com - Tokoh agama dan ulama merupakan sosok penuntun masyarakat yang tetap memiliki sifat manusiawi sehingga tidak terluput dari khilaf serta dosa.

Ketika seorang tokoh agama terjerumus ke dalam kesilapan, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak membiarkannya begitu saja tanpa kepedulian.

Membiarkan kemungkaran terjadi tanpa nasihat bukanlah bentuk penghormatan, melainkan kelalaian dalam menjalankan kewajiban persaudaraan sesama muslim.

Konsep dasar agama Islam itu sendiri dibangun di atas pilar saling menasihati demi menjaga kelurusan akhlak dan syariat.

Baca juga :

Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim: "Agama itu adalah nasihat."

Kewajiban amar ma`ruf nahi munkar berlaku universal kepada setiap individu tanpa memandang status sosial maupun kedudukan agama seseorang.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali `Imran ayat 104: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar."

Meskipun demikian, tata cara menyampaikan nasihat kepada tokoh agama harus dilakukan dengan penuh kelembutan dan menjaga kehormatannya.

Islam melarang keras tindakan menghakimi, membongkar aib di ruang publik, atau menyebarkan kebencian yang memicu perpecahan umat.

Pendekatan yang santun dan rahasia (sirri) menjadi metode terbaik agar nasihat dapat diterima dengan dada lapang tanpa melukai harga diri.

Allah SWT mengajarkan etika berdakwah dan menasihati dalam Surah An-Nahl ayat 125: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik."

Menasihati ulama atau tokoh agama yang keliru justru menjadi bentuk kecintaan agar beliau kembali kepada kebenaran dan keteladanan.

Sebagai umat, kita wajib memisahkan antara penghormatan terhadap ilmu yang beliau miliki dengan kekhilafan amalan yang dilakukannya.

Dengan menyampaikan nasihat secara adab dan ikhlas, marwah ajaran Islam tetap terjaga sekaligus menyelamatkan tokoh agama dari keterpurukan.

Sikap saling menguatkan dalam kebenaran inilah yang menjadi kunci utama terwujudnya masyarakat muslim yang kritis, santun, dan bertakwa.

TAGS : menasihati tokoh agama hukum menegur adab menasihati

Terkini