
Ilustrasi mukjizat Nabi Musa membelah lautan.
Terasmuslim.com - Mukjizat merupakan peristiwa luar biasa yang Allah SWT anugerahkan kepada para nabi dan rasul untuk membuktikan kebenaran risalah-Nya.
Seluruh fenomena luar biasa tersebut sama sekali tidak terjadi atas kehendak manusia, melainkan mutlak terjadi semata-mata karena izin Allah SWT.
Prinsip dasar ini ditegaskan secara jelas dalam Al-Qur`an Surah Ar-Ra`d ayat 38: "Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah."
Keterbatasan para nabi dalam mendatangkan mukjizat menunjukkan bahwa kekuasaan tertinggi di alam semesta ini hanyalah milik Allah Azza wa Jalla.
Peristiwa terbelahnya Laut Merah melalui tongkat Nabi Musa AS menjadi bukti nyata betapa hukum alam tunduk sepenuhnya pada perintah Sang Pencipta.
Demikian pula peristiwa ketika Nabi Isa AS menyembuhkan orang buta dan menghidupkan orang mati, semua itu terlaksana atas izin Allah semata.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali `Imran ayat 49 mengisahkan perkataan Nabi Isa AS: "Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya dan orang yang berpenyakit kusta; dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah."
Bagi umat Islam, keagungan mukjizat hendaknya tidak sekadar dikagumi sebagai sejarah, melainkan dijadikan sarana untuk menguatkan fondasi tauhid.
Mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan masih dapat kita saksikan hingga hari ini adalah Al-Qur`an al-Karim.
Keotentikan Al-Qur`an sebagai mukjizat abadi terbukti mampu menundukkan akal dan menyentuh hati setiap manusia yang mencari kebenaran.
Rasulullah SAW menegaskan keistimewaan mukjizat Al-Qur`an ini dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari: "Tidak ada seorang pun dari para nabi melainkan diberi mukjizat yang membuat manusia beriman kepadanya, dan apa yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan Allah kepadaku."
Merenungkan setiap petunjuk dan tanda kebesaran dalam mukjizat tersebut sepatutnya memicu peningkatan kualitas ibadah serta rasa takut kita kepada Allah SWT.
Orang-orang beriman yang menyaksikan dan meyakini kebenaran mukjizat akan semakin mantap dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Allah SWT menegaskan tujuan diturunkannya tanda-tanda kebesaran-Nya dalam Surah Al-Isra` ayat 59: "Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti (supaya mereka beriman)."
Dengan menjadikan mukjizat sebagai ikhtiar memperdalam iman dan takwa, seorang muslim akan senantiasa memiliki keteguhan jiwa dalam menghadapi dinamika kehidupan.
TAGS : penambah iman mukjizat nabi dan rasul