
Ilustrasi foto situasi seseorang yang diejek orang lain
Terasmuslim.com - Menolong sesama yang mengalami perlakuan zalim merupakan salah satu pilar utama dalam menegakkan keadilan sosial Islam.
Setiap muslim memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan segala bentuk penindasan yang terjadi di sekitarnya.
Rasulullah SAW memerintahkan dalam hadis riwayat Bukhari: "Tolonglah saudaramu yang berbuat zalim dan yang dizalimi."
Sahabat pun bertanya bagaimana cara menolong orang yang berbuat zalim, lalu beliau menjawab: "Kamu mencegahnya dari berbuat zalim, maka sesungguhnya itu adalah cara menolongnya."
Prinsip ini menegaskan bahwa mencegah kejahatan adalah bentuk kepedulian terbaik agar pelaku tidak terus menimbun dosa.
Di sisi lain, perbuatan zalim itu sendiri merupakan kegelapan yang amat nyata bagi pelakunya di hari kiamat kelak.
Rasulullah SAW mengingatkan bahaya tersebut dalam hadis riwayat Muslim: "Jauhilah kezaliman, karena kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat."
Allah SWT sangat membenci tindakan menindas serta menegaskan larangan tegas atas sikap melampaui batas.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Asy-Syura ayat 42: "Sesungguhnya kesalahan hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa hak."
Ayat tersebut mengancam para pelaku kezaliman dengan siksaan yang sangat pedih di akhirat nanti.
Doa dari orang yang teraniaya juga memiliki kedudukan istimewa karena langsung dikabulkan oleh Sang Pencipta.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW menegaskan bahwa tidak ada penghalang antara doa orang yang dizalimi dengan Allah SWT.
Oleh sebab itu, menjauhi sikap zalim dalam kehidupan sehari-hari menjadi kunci utama meraih keridaan ilahi.
Umat Islam diajarkan untuk senantiasa berdiri di barisan depan dalam membela hak-hak kaum yang lemah dan tertindas.
Menjaga kesucian diri dari perilaku zalim akan melahirkan kedamaian serta keberkahan hidup di dunia dan akhirat.