KEISLAMAN

Bahaya Ucapan Tak Sejalan Perbuatan Menurut Ajaran Islam

Yahya Sukamdani| Senin, 24/08/2026
Ancaman tragis bagi orang yang mengingkari ucapannya sendiri. Ilustrasi foto munafik (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Fenomena ketidaksesuaian antara lisan dan tindakan merupakan bentuk krisis moral yang sangat dibenci dalam ajaran Islam.

Seseorang yang gemar menyeru kepada kebaikan namun perilakunya justru menyimpang sedang menempuh jalan menuju kehancuran jiwa.

Islam menuntut konsistensi penuh antara keyakinan hati, lisan yang diucapkan, serta amalan yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.

Allah SWT menegaskan kemurkaan-Nya yang sangat besar terhadap sifat perbuatan yang bertolak belakang dengan ucapan.

Baca juga :

Ancaman tersebut tertuang jelas dalam Al-Qur`an Surah As-Saff ayat 2-3: "Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

Perilaku yang tidak konsisten ini juga menjadi salah satu indikator utama dari sifat kemunafikan yang merusak keimanan.

Rasulullah SAW mengingatkan tanda-tanda orang munafik sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: "Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila dipercaya ia berkhianat."

Di akhirat kelak, orang yang ucapannya tidak sejalan dengan perbuatannya akan mengalami siksaan yang sangat mengenaskan dan tragis.

Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menceritakan sosok yang dilemparkan ke dalam neraka hingga ususnya terburai.

Sosok tersebut berputar-putar di dalam neraka seperti keledai yang mengitari penggilingannya karena dahulu sering memerintah kebaikan namun tidak menjalankannya.

Ia juga melarang orang lain melakukan kemungkaran, tetapi dirinya sendiri justru rutin mengerjakan perbuatan haram tersebut.

Siksaan visual ini menjadi pelajaran berharga betapa beratnya tanggung jawab atas setiap kata yang keluar dari lisan kita.

Menjaga keselarasan antara perkataan dan perbuatan adalah kunci integritas seorang muslim yang dicintai oleh Sang Maha Pencipta.

Setiap ucapan nasihat hendaknya dimulai dari pembenahan diri sendiri terlebih dahulu sebelum disampaikan kepada orang lain.

Semoga Allah SWT senantiasa memelihara lisan dan perbuatan kita agar senantiasa berada dalam keridhaan serta naungan-Nya.

TAGS : bahaya munafik menjaga lisan dosa mengingkari janji

Terkini