
Ilustrasi foto shalat taubat
Terasmuslim.com - Ketika ujian hidup datang silih berganti tanpa henti, seorang muslim dituntut untuk menjaga keteguhan iman dan kelapangan dada.
Secara fitrah, cobaan yang datang bertubi-tubi kerap menguji batas kesabaran dan keikhlasan hati seorang hamba.
Al-Qur`an telah menegaskan bahwa setiap manusia pasti akan diuji dengan berbagai bentuk kesulitan di dunia ini.
Allah SWT berfirman: "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelapangan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan; dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah [2]: 155).
Sikap pertama yang harus dihadirkan adalah meyakini bahwa Allah tidak pernah memberikan beban di luar batas kemampuan hamba-Nya.
Allah SWT mengingatkan: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah [2]: 286).
Seorang muslim perlu memandang ujian bukan sebagai bentuk hukuman, melainkan sebagai wujud kasih sayang Allah untuk menggugurkan dosa-dosa.
Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu keletihan, penyakit, kerisauan, kesedihan, gangguan, hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan sebab itu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Kesabaran yang diiringi dengan husnuzan atau berprasangka baik kepada takdir Allah menjadi kunci utama dalam melewati masa-masa sulit.
Selain bersabar, ikhtiar yang maksimal dan doa yang tak putus-putus harus terus dilangitkan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Setiap kesulitan yang terasa begitu berat selalu dibersamai dengan kemudahan yang telah Allah siapkan di baliknya.
Allah SWT menegaskan janji-Nya: "Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (QS. Ash-Sharh [94]: 5-6).
Ujian yang bertubi-tubi juga menjadi sarana terbaik untuk mengintrospeksi diri dan memperbarui kualitas pertobatan kita kepada Allah.
Rasulullah SAW mengingatkan: "Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian, dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, Maka Dia akan menguji mereka." (HR. Tirmidzi).
Dengan menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong, seorang muslim akan menemukan kedamaian di tengah gelombang ujian yang menerpa.
TAGS : ujian hidup cara bersabar hikmah cobaan hidup