
Ilustrasi foto tetangga rukun
Terasmuslim.com - Memiliki tetangga yang acap kali memicu konflik merupakan ujian kesabaran yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Islam memberikan panduan spiritual dan moral yang komprehensif bagi setiap muslim dalam menghadapi perlakuan buruk dari orang-orang di sekitar pemukimannya.
Prinsip utama dalam merespons keburukan tetangga adalah dengan membalasnya melalui kebaikan agar mampu melunakkan keangkuhan hatinya.
Landasan ini tertuang jelas dalam Al-Qur`an Surah Fussilat ayat 34: "Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."
Sabar atas gangguan tetangga merupakan salah satu kriteria utama keimanan seorang muslim yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW secara tegas mengaitkan hubungan tetangga dengan kadar keimanan seseorang kepada hari akhir.
Dalam hadits shahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya."
Ancaman keras justru menanti bagi siapa saja yang dengan sengaja membuat orang di sekitarnya merasa terintimidasi dan tidak aman.
Rasulullah SAW menegaskan dalam hadits riwayat Muslim: "Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya."
Apabila ikhtiar kebaikan dan nasihat secara kekeluargaan tidak membuah hasil, seorang muslim dianjurkan menempuh `jalur langit` melalui doa khusus.
Beliau mengajarkan doa memohon perlindungan dari lingkungan yang buruk sebagaimana diriwayatkan oleh Imam An-Nasa`i: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat tinggal menetap."
Menjaga lisan dan menahan diri dari membalas kejahatan dengan kejahatan serupa adalah wujud akhlak mulia yang sangat dicintai oleh Sang Pencipta.
Setiap ujian kesengsaraan yang disebabkan oleh tetangga yang toksik akan menjadi penggugur dosa serta peninggi derajat di sisi Allah SWT jika disikapi dengan ikhlas.
Serahkanlah segala urusan kedzaliman tersebut kepada Allah SWT karena Dia Mahamelihat dan Mahaadil atas segala perbuatan hamba-Nya.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan perlindungan, kedamaian, dan melapangkan dada kita dalam menjalani kehidupan bertetangga.
TAGS : tetangga toxic adab bertetangga sabar menghadapi tetangga