KEISLAMAN

Isyarat Rasulullah SAW Mengenai Fitnah Media Sosial Modern

Yahya Sukamdani| Jum'at, 21/08/2026
Bagaimana ajaran Rasulullah SAW memprediksi bahaya era media sosial? Ilustrasi pemuda dan digital media

Terasmuslim.com - Fenomena era digital dan media sosial yang mewarnai kehidupan modern saat ini ternyata telah memiliki akar isyarat dalam petunjuk kenabian.

Meskipun istilah "media sosial" tidak dikenal 1400 tahun lalu, prinsip dan dampak fitnahnya telah dikabarkan oleh Rasulullah SAW melalui sabda-sabdanya.

Salah satu fenomena paling nyata adalah merebaknya narasi dan informasi dari orang-orang yang tidak berkompeten di ruang publik.

Rasulullah SAW menggambarkan keadaan ini dalam hadis riwayat Ibn Majah tentang zaman penuh tipu daya di mana orang Ruwaybidhah ikut berbicara.

Baca juga :

Beliau menjelaskan bahwa Ruwaybidhah adalah orang yang bodoh atau picik namun memberanikan diri mengurus serta menyuarakan urusan masyarakat luas.

Platform digital masa kini sangat memfasilitasi setiap individu untuk menyebarkan opini tanpa dasar ilmu pengetahuan yang valid.

Selain itu, media sosial menjadi tempat berkembangnya penyebaran berita bohong, fitnah, dan ujaran kebencian secara sangat masif dan cepat.

Islam telah mengantisipasi bahaya ini melalui firman Allah SWT dalam Surah Al-Hujurat ayat 6 yang memerintahkan kita untuk selalu melakukan tabayun.

Langkah verifikasi informasi tersebut menjadi benteng utama agar seorang muslim tidak menimpa suatu kaum dengan musibah akibat berita hoaks.

Fenomena media sosial juga sering memicu timbulnya perpecahan, adu domba, serta perdebatan yang tidak berguna di ruang siber.

Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa keselamatan seseorang bergantung pada kemampuannya menjaga lisan dan jemarinya.

Penyebaran informasi di media sosial juga berpotensi menciptakan dosa jariyah yang terus mengalir selama konten maksiat tersebut terus disebarkan.

Oleh karena itu, setiap aktivitas unggahan, komentar, dan bagikan di media sosial akan dipertanggungjawabkan secara personal di hadapan Allah SWT.

Surah Al-Isra ayat 36 menegaskan bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati nurani manusia semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.

Menjadikan nilai-nilai syariat sebagai etika utama bermedia sosial adalah kunci agar kita terhindar dari fitnah akhir zaman ini.

 

TAGS : fitnah media sosial akhir zaman etika bermedsos

Terkini