
Ilustrasi foto neraka
Terasmuslim.com - Akhirat menjadi tempat pembuktian janji Allah SWT di mana setiap jiwa akan melihat seluruh catatan amal perbuatannya tanpa ada yang terlewat.
Pada hari pembalasan tersebut, penyesalan terdalam akan dirasakan oleh manusia yang menyia-nyiakan kesempatan hidupnya selama berada di dunia.
Golongan pertama yang mengalami penyesalan luar biasa adalah orang-orang kafir dan musyrik yang meninggal dunia dalam keadaan ingkar kepada Allah SWT.
Kekufuran dan perbuatan syirik merupakan dosa terbesar yang tidak akan mendapatkan ampunan apabila dibawanya hingga ajal menjemput.
Al-Qur`an menggambarkan rintihan orang kafir dalam Surah Al-An`am ayat 27 yang memohon agar diberi kesempatan kembali ke dunia untuk beriman.
Dalam Surah An-Naba ayat 40, Allah SWT juga mengabadikan keputusasaan mereka yang berangan-angan seandainya dahulu diciptakan hanya sebagai tanah.
Namun, segala bentuk permohonan dan ratapan dari kaum yang ingkar tersebut tidak lagi berguna karena pintu taubat telah tertutup rapat.
Golongan kedua yang menanggung rasa menyesal amat berat adalah orang-orang yang terus-menerus berbuat dosa hingga ajal tiba tanpa sempat bertaubat.
Mereka membiarkan diri terbuai oleh kenikmatan semu duniawi dan menunda-nunda taubat hingga penyesalan datang saat nyawa tercabut.
Keadaan para pelaku dosa ini ditegaskan dalam Surah As-Sajdah ayat 12 saat mereka menundukkan kepala di hadapan Rabbnya dan meminta dikembalikan ke dunia.
Rasulullah SAW juga mengingatkan bahaya menumpuk dosa sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi bahwa setiap orang mati pasti akan menyesali perbuatannya.
Jika orang kafir menyesali kekufurannya, maka hamba yang bermakasiat sangat menyesal karena tidak segera menghentikan keburukan yang telah dilakukan.
Penyesalan di akhirat tergolong sebagai penyesalan yang tidak bertepi karena tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki amal perbuatan.
Oleh karena itu, Islam senantiasa mengajarkan umatnya untuk memanfaatkan waktu hidup dengan memperbanyak ketaatan serta menyegarkan taubat setiap saat.
Memahami iktibar dari dua golongan ini diharapkan mampu menjadi momentum muhasabah diri agar kita terhindar dari kerugian yang abadi di akhirat kelak.
TAGS : penyesalan di akhirat orang kafir pelaku dosa