
Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW (Foto: Freepik)
Terasmuslim.com - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa menjadi momen istimewa yang dipenuhi nuansa kegembiraan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Para ulama dari berbagai mazhab memiliki pandangan mendalam mengenai keabsahan dan keutamaan memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW.
Mayoritas ulama mengategorikan peringatan Maulid Nabi sebagai bid`ah hasanah atau inovasi baik yang mendatangkan banyak kemaslahatan bagi umat.
Landasan utama kegembiraan ini dirujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Yunus ayat 58 yang memerintahkan hamba-Nya untuk bergembira atas rahmat dan karunia-Nya.
Imam As-Suyuthi menegaskan bahwa kehadiran Rasulullah SAW merupakan bentuk rahmat terbesar yang Allah karuniakan kepada seluruh alam semesta.
Selain dalam Al-Qur`an, dalil peringatan ini juga bersumber dari Hadis Riwayat Muslim tentang kebiasaan Rasulullah yang senantiasa berpuasa pada hari Senin.
Ketika para sahabat bertanya mengenai kebiasaan tersebut, Nabi SAW menjawab bahwa hari Senin adalah hari di mana beliau dilahirkan ke dunia.
Imam Ibn Hajar Al-Asqalani turut menggali akar hukum perayaan ini dari peristiwa rasa syukur Nabi Musa AS saat diselamatkan Allah pada hari Asyura.
Beliau berpendapat bahwa jika memperingati hari keselamatan Nabi Musa dianjurkan sebagai wujud syukur, maka memperingati kelahiran Rasulullah tentu jauh lebih utama.
Kendati demikian, para ulama memberikan catatan tegas agar perayaan Maulid senantiasa bersih dari berbagai perbuatan yang dilarang syariat.
Amalan utama yang disyariatkan dalam peringatan ini mencakup pembacaan Al-Qur`an, pembagian sedekah, serta perbanyakan salawat kepada Rasulullah.
Imam An-Nawawi menekankan pentingnya menjadikan majelis Maulid sebagai sarana edukasi untuk menyampaikan nasihat agama dan meneladani akhlak Nabi.
Adanya perbedaan pandangan fiqih di kalangan ulama hendaknya disikapi oleh umat Islam dengan penuh kedewasaan dan rasa toleransi.
Esensi sejati dari peringatan hari lahir ini adalah untuk memperbarui komitmen kita dalam menjalankan sunnah-sunnah beliau di kehidupan sehari-hari.
Semoga momen tahunan ini senantiasa mempererat ukhuwah Islamiyah serta makin menumbuhkan rasa cinta kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.