
Ilustrasi foto perjalanan ilmu Imam hadist
Terasmuslim.com - Ibnu Rajab Al-Hanbali merupakan seorang ulama besar mazhab Hanbali yang dikenal sangat bersahaja dan menjauhi kemewahan duniawi sepanjang hidupnya.
Kedalaman ilmu hadis dan fikih yang dimilikinya tidak pernah membuat beliau berhasrat untuk meraih kedudukan tinggi atau menumpuk kekayaan materi.
Beliau memilih jalan hidup yang tenang serta penuh ketenangan jiwa dengan memfokuskan seluruh energinya untuk beribadah dan mengajar.
Gaya hidup bersahaja ini mencerminkan firman Allah SWT dalam Surah Al-Qasas ayat 77: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi."
Dalam pandangan Ibnu Rajab, kesederhanaan bukanlah tanda kemiskinan harta, melainkan wujud kemerdekaan jiwa dari perbudakan nafsu duniawi.
Sikap hidup ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim: "Sungguh beruntung orang yang telah memeluk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa puas dengan apa yang diberikan kepadanya."
Beliau senantiasa mengarahkan perhatian umat agar tidak terpedaya oleh keindahan fana yang dapat melalaikan hati dari mengingat Allah SWT.
Peringatan tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Kahf ayat 46 bahwa harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan yang kekal lagi saleh adalah yang terbaik di sisi Tuhanmu.
Ulama pengarang kitab Jami` al-Ulum wal-Hikam ini sangat berhati-hati dalam menjaga kesucian rezeki dan terhindar dari perkara yang syubhat.
Kehati-hatian tersebut lahir dari pemahaman beliau yang mendalam terhadap bahaya fitnah harta terhadap kebersihan niat seorang ulama.
Rasulullah SAW pun mengingatkan dalam hadis riwayat Tirmidzi bahwa setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah bagi umat beliau adalah harta.
Kedamaian dan ketenangan hidup yang dirasakan Ibnu Rajab lahir dari rasa cukup (qana`ah) yang senantiasa bersemayam di dalam dadanya.
Karya-karya tulis beliau yang sarat akan pelembut hati (raqaiq) menjadi bukti nyata betapa bersihnya jiwa yang beliau miliki.
Keteladanan beliau mengisyaratkan bahwa keagungan seorang manusia di hadapan Allah SWT sama sekali tidak diukur dari kemewahan fisiknya.
Meneladani kehidupan sederhana Ibnu Rajab Al-Hanbali menjadi panduan penting bagi umat Islam modern agar tetap menjaga kesucian hati di tengah godaan materialisme.
TAGS : kesederhanaan ulama salaf keutamaan zuhud keteladanan ulama