
Ilustrasi dilema sebagai pejabat
Terasmuslim.com - Setiap jabatan yang melekat pada diri seorang manusia pada hakikatnya adalah amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban secara mutlak.
Kekuasaan sering kali menjadi panggung ujian keimanan yang paling berat karena kedekatannya dengan godaan duniawi yang melimpah.
Islam memandang bahwa posisi pemimpin bukanlah sebuah keistimewaan untuk bersenang-senang, melainkan beban berat yang harus dipikul dengan ketakwaan penuh.
Al-Qur`an dalam Surah Al-An`am ayat 165 menegaskan bahwa Allah SWT meninggikan derajat sebagian manusia untuk menguji apa yang telah diberikan-Nya.
"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu..." (QS. Al-An`am: 165)
Rasulullah SAW juga mengingatkan setiap pemegang kekuasaan agar tidak abai terhadap amanah kepemimpinan yang sedang digenggamnya.
Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, beliau bersabda bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyatnya.
Kehidupan akhirat menjadi muara akhir di mana semua kebijakan, keputusan, dan tindakan seorang pejabat akan ditimbang dengan seadil-adilnya.
Di Indonesia, kesadaran moral akan tanggung jawab jabatan ini diintegrasikan ke dalam sumpah jabatan yang sakral di bawah kitab suci.
Secara yuridis, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih menjadi rambu-rambu hukum agar pejabat tetap amanah.
Regulasi tersebut menuntut setiap penyelenggara negara untuk mengutamakan landasan hukum, keterbukaan, dan akuntabilitas di hadapan publik dan hukum.
Ketentuan penegakan integritas ini diperkuat pula melalui pakta integritas yang wajib ditandatangani oleh setiap aparatur sipil negara.
Sinergi antara hukum positif negara dan doktrin keimanan Islam seyogianya mampu melahirkan figur pemimpin yang bersih, jujur, serta berwibawa.
Seorang Muslim yang menduduki jabatan publik harus senantiasa menatap akhirat sebagai motivasi utama untuk menolak segala bentuk penyimpangan.
Semoga para pemimpin kita senantiasa diberikan kekuatan iman untuk menjaga amanah jabatan demi keselamatan di dunia dan kemuliaan di akhirat.
TAGS : ujian keimanan pertanggungjawaban kekuasaan amanah pemimpin Islam