KEISLAMAN

Hukum Mengikuti Tren Viral yang Tidak Bermanfaat Menurut Islam

Yahya Sukamdani| Kamis, 04/06/2026
Panduan menyikapi fenomena konten viral agar tidak berujung sia-sia. Ilustrasi: Media Sosial. Foto: Reuters

Terasmuslim.com - Fenomena tren viral di media sosial kini seolah telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup generasi masa kini.

Sayangnya, tidak sedikit dari tren tersebut yang justru mengarah pada hal-hal sepele, nirmanfaat, bahkan merusak moral.

Islam sebagai agama yang syamil dan kamil sebenarnya telah memberikan batasan tegas mengenai bagaimana seorang Muslim harus bersikap terhadap hal yang sia-sia.

Mengikuti tren yang tidak membawa kebaikan bagi dunia maupun akhirat hukumnya makruh, bahkan bisa berubah menjadi haram jika mengandung kemudaratan.

Baca juga :

Rasulullah SAW telah mengingatkan kita semua tentang ciri utama kesempurnaan iman seorang hamba melalui sebuah hadis yang sangat masyhur.

"Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya." (HR. Tirmidzi)

Menghabiskan waktu demi kesenangan sesaat dalam tren viral hanya akan membuat seorang Muslim lalai dari tujuan utama penciptaan dirinya.

Sikap latah mengikuti setiap hal yang sedang ramai tanpa menyaringnya terlebih dahulu mencerminkan rapuhnya prinsip hidup seorang mukmin.

Allah SWT secara tegas melarang hamba-Nya untuk bersikap ikut-ikutan terhadap sesuatu yang tidak mereka ketahui landasan kebenarannya.

Larangan keras ini tertuang dalam Al-Qur`an Surat Al-Isra ayat 36 yang mengingatkan kita tentang pertanggungjawaban seluruh indra manusia.

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra: 36)

Waktu yang dianugerahkan oleh Allah SWT adalah modal utama manusia yang kelak akan dihitung secara rinci di hadapan-Nya.

Menyia-nyiakan waktu demi konten kosong hanya akan mendatangkan penyesalan mendalam di hari akhir ketika semua amal ditimbang.

Oleh karena itu, setiap Muslim dituntut untuk lebih bijak dan selektif dalam memilah arus informasi serta tren yang melanda dunia maya.

Alih-alih menjadi pengikut tren yang hampa, alangkah baiknya jika energi kreatif digital dialihkan untuk menciptakan syiar yang penuh maslahat.

TAGS : Tren Viral Bahaya Konten Fikih Media Sosial

Terkini