KEISLAMAN

Sila Keempat Pancasila Cermin Ajaran Syura Al Quran

Yahya Sukamdani| Selasa, 02/06/2026
Mengupas tradisi musyawarah sebagai pilar demokrasi berkeadilan dalam Islam. Ilustrasi simbol sila 4 Pancasila

Terasmuslim.com - Sila keempat Pancasila menegaskan bahwa kedaulatan rakyat dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan yang inklusif.

Bagi umat Islam, prinsip mufakat ini memiliki akar yang sangat dalam karena mengadopsi sistem syura yang diwariskan oleh risalah kenabian.

Musyawarah bukan sekadar alat politik untuk meraih kekuasaan, melainkan sebuah kewajiban moral untuk melahirkan keputusan yang maslahat bagi publik.

Allah SWT secara eksplisit memuji hamba-Nya yang mengutamakan dialog, sebagaimana tertulis dalam Surah Asy-Syura ayat 38, "Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka."

Melalui ayat ini, Al-Qur`an menempatkan musyawarah sejajar dengan pilar penting lainnya seperti mendirikan salat dan menunaikan zakat.

Bahkan dalam situasi genting sekalipun, pemimpin diperintahkan untuk tetap berlapang dada dan melibatkan rakyat dalam pengambilan kebijakan.

Perintah agung tersebut ditegaskan kembali oleh Allah SWT dalam Surah Ali `Imran ayat 159, "Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu."

Rasulullah SAW adalah sosok pemimpin negara yang paling gemar bermusyawarah dengan para sahabat demi menghargai berbagai sudut pandang.

Dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, Abu Hurairah RA bersaksi, "Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih banyak bermusyawarah dengan para sahabatnya daripada Rasulullah SAW."

Sistem syura ini memastikan bahwa tidak ada ruang bagi kesewenang-wenangan, kediktatoran, ataupun tirani mayoritas di dalam tubuh bangsa.

Melalui musyawarah yang sehat, ego kelompok dapat diredam dan kepentingan rakyat kecil dapat diperjuangkan dengan cara yang beradab.

Pemimpin yang bijak adalah mereka yang mau mendengarkan aspirasi dan menerima kebenaran dari mana pun masukan itu berasal.

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan pentingnya mufakat dalam hadis riwayat Ibnu Majah, "Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat di atas kesesatan."

Oleh karena itu, menghidupkan sila keempat berarti kita berkomitmen menjaga etika bermedia, menghargai perbedaan pendapat, dan menolak segala bentuk anarki.

Dengan membumikan semangat syura dalam Pancasila, kita sedang merawat demokrasi yang berkah, damai, dan diridhai oleh Allah SWT.

TAGS : Ajaran Syura Hadis Tentang Musyawarah Demokrasi Islam

Terkini