
Ilustrasi Garuda Pancasila
Terasmuslim.com - Hubungan antara Pancasila dan Islam di Indonesia sering kali menjadi topik diskusi yang menarik sekaligus krusial bagi masa depan bangsa.
Sebagian pihak mungkin sempat mempertanyakan apakah dasar negara ini bertentangan dengan syariat, atau justru berjalan seiringan secara harmonis.
Jika ditelaah dengan jernih, Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan Islam, melainkan merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur agama.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mencerminkan konsep tauhid yang menjadi fondasi paling mendasar dalam akidah setiap Muslim.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Ikhlas ayat 1 yang menegaskan kemurnian tauhid, "Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa."
Selanjutnya, sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab sangat menjunjung tinggi karamah insaniyah atau kemuliaan derajat manusia.
Prinsip kemanusiaan ini ditegaskan dalam Surah Al-Ma`idah ayat 8 yang memerintahkan umat Islam untuk selalu berlaku adil kepada siapa pun tanpa tebang pilih.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, merupakan cerminan nyata dari konsep ukhuwah atau persaudaraan yang sangat ditekankan dalam syariat Islam.
Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan pentingnya persatuan dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, "Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan."
Sementara itu, sila keempat yang mengedepankan musyawarah adalah pilar utama dalam sistem tata kelola pemerintahan Islam yang inklusif.
Allah SWT secara eksplisit memuji hamba-Nya yang bermusyawarah, sebagaimana termaktub dalam Surah Asy-Syura ayat 38, "Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka."
Terakhir, sila kelima mengenai keadilan sosial bagi seluruh rakyat merupakan salah satu tujuan utama dari ditunkannya syariat Islam ke muka bumi.
Rasulullah SAW dengan tegas melarang segala bentuk kezaliman sosial melalui hadis qudsi riwayat Muslim, "Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kamu."
Dengan demikian, Pancasila bukanlah agama baru yang menggantikan Islam, melainkan sebuah kesepakatan mulia (kalimatun sawa) untuk hidup bersama dalam kedamaian.
Maka, merawat Pancasila sebagai warga negara Indonesia sejatinya adalah bagian dari manifestasi menjalankan esensi ajaran Islam yang rahmatan lil `alamin.
TAGS : Islam dan Dasar Negara Hubungan Islam Pancasila