KEISLAMAN

Keajaiban Garis Edar Matahari dan Bulan Terungkap

Yahya Sukamdani| Jum'at, 29/05/2026
Al-Qur`an menguak ketetapan presisi rotasi benda langit jagat raya. Ilustrasi foto pergantian siang dan malam

Terasmuslim.com - Keteraturan alam semesta yang berjalan tanpa henti menjadi bukti mutlak keagungan Sang Pencipta.

Matahari dan bulan bergerak dalam harmoni sempurna tanpa pernah saling mendahului atau bertabrakan.

Islam memandang pergerakan benda-benda langit ini sebagai ketetapan takdir dari Allah Yang Maha Mengetahui.

Al-Qur`an telah mengabarkan kepastian garis edar ini secara eksplisit dalam Surah Yasin ayat 40.

“Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Yasin: 40).

Melalui ayat tersebut, Allah SWT menjelaskan adanya hukum tata surya (falak) yang mengikat setiap planet.

Sains modern kemudian memvalidasi bahwa setiap benda langit di alam semesta memang memiliki orbitnya sendiri.

Ketiadaan benturan di antara mereka menjadi jaminan kelangsungan hidup bagi seluruh penghuni bumi.

Prinsip keteraturan kosmologi ini juga dipertegas kembali oleh Allah SWT dalam Surah Al-Anbiya ayat 33.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing berenang dalam garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya: 33).

Penggunaan kata "berenang" secara puitis menggambarkan pergerakan mulus benda langit di ruang hampa udara.

Rasulullah SAW juga mengajak umatnya untuk merenungi fenomena gerhana sebagai penegasan atas kekuasaan-Nya.

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Nabi SAW menegaskan bahwa matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Allah.

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang...” (HR. Bukhari).

Melalui pesan moral tersebut, umat Islam dilarang mengaitkan fenomena astronomi dengan mitos atau khurafat.

Siklus peredaran yang sangat presisi ini sejatinya diciptakan agar manusia bisa menghitung waktu dan tahun.

Sudah sepatutnya keteraturan kosmis ini membuat kita semakin tunduk, patuh, dan bertauhid kepada Allah SWT.

TAGS : matahari bulan mukjizat astronomi orbit benda langit

Terkini