KEISLAMAN

Mengapa Hasad Bisa Mengikis Amal Kebaikan?

M. Habib Saifullah| Kamis, 28/05/2026
Salah satu penyakit hati yang paling sering mengintai dan merusak tatanan spiritual seorang Muslim adalah hasad atau dengki Ilustrasi hasad

Terasmuslim.com - Dalam mengarungi kehidupan, manusia kerap terjebak dalam kompetisi sosial yang tidak sehat. Salah satu penyakit hati yang paling sering mengintai dan merusak tatanan spiritual seorang Muslim adalah hasad atau dengki.

Secara istilah, hasad adalah perasaan tidak senang di dalam hati atas nikmat yang diperoleh orang lain, disertai keinginan agar nikmat tersebut hilang dari orang tersebut.

Penyakit ini tidak hanya merusak hubungan sosial antar-manusia, tetapi memiliki dampak yang jauh lebih mengerikan: menghancurkan seluruh tabungan amal kebaikan yang telah susah payah kita kumpulkan.

Mengapa hasad memiliki daya rusak yang begitu masif terhadap pahala kita? Berikut adalah tinjauan mendalam berdasarkan dalil dan hikmah Islam.

Baca juga :

Peringatan paling tegas mengenai daya pangkas hasad terhadap amal shaleh disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda:

"Jagalah dirimu dari sifat hasad (dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud).

Ada beberapa alasan mendasar mengapa sifat dengki ini dikategorikan sebagai dosa besar yang mengikis pahala:

1. Menentang Ketentuan dan Takdir Allah

Pada hakikatnya, orang yang hasad sedang memprotes pembagian rezeki yang dilakukan oleh Allah SWT. Ia merasa Allah "salah" atau "tidak adil" karena memberikan nikmat lebih kepada orang lain dan bukan kepada dirinya. Sikap ini mencerminkan krisis tauhid dan ketidakridhaan terhadap ketetapan (qadha dan qadar) Sang Pencipta.

2. Melahirkan Rangkaian Dosa Turunan yang Baru

Hasad jarang sekali berdiri sendiri. Penyakit ini adalah induk dari maksiat-maksiat lisan dan perbuatan lainnya.

Ketika seseorang mendengki, ia akan mulai mencari-cari kesalahan orang tersebut (tajassus), membicarakannya di belakang (ghibah), memfitnah, hingga melakukan upaya nyata untuk menjatuhkan atau mencelakai orang yang didengki.

Setiap dosa turunan ini menuntut transfer pahala dari pelaku kepada korbannya di akhirat kelak.

3. Menghilangkan Kekhusyukan Beribadah

Hati yang dipenuhi rasa iri tidak akan pernah merasakan kedamaian. Pikiran orang yang hasad akan selalu tersita oleh kehidupan orang lain: Apa yang mereka beli? Apa pencapaian mereka hari ini? Akibatnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk berdzikir, mengevaluasi diri, dan beribadah dengan khusyuk, habis terbakar oleh rasa gelisah dan skenario buruk di dalam kepala.

TAGS : Iri Hati Busuk Hati Penyakit Hasad Penyakit Hati

Terkini