
Ilustrasi Kiamat (Foto: kompas)
Terasmuslim.com - Kematian total alam semesta merupakan kepastian mutlak yang wajib diyakini oleh setiap hamba yang beriman.
Peristiwa mahadahsyat yang menandai berakhirnya panggung dunia ini akan dimulai melalui satu komando ilahi berupa tiupan sangkakala.
Malaikat Israfil telah bersiap mendedikasikan dirinya untuk meniup sangkakala raksasa tersebut begitu perintah Allah Subhanahu wa Ta`ala datang.
Gema tiupan pertama ini akan langsung meluluhlantakkan seluruh galaksi, mematikan setiap makhluk yang bernyawa, dan menyisakan kesunyian yang mencekam.
Allah Subhanahu wa Ta`ala telah melukiskan kepanikan kosmis ini secara eksplisit dalam Al-Qur`an Surat Az-Zumar ayat 68.
"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah..." (QS. Az-Zumar: 68)
Melalui ayat tersebut, kita disadarkan bahwa tidak ada satu pun kekuatan duniawi yang mampu bertahan dari getaran suara terompet kiamat.
Setelah fase kehancuran total berlalu, Allah akan memerintahkan tiupan kedua yang berfungsi sebagai tombol kebangkitan masal seluruh manusia.
Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam mengabarkan bahwa jarak waktu yang membentang di antara kedua tiupan tersebut adalah selama empat puluh masa.
Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Abu Hurairah radhiyallahu `anhu menjelaskan bahwa para sahabat tidak mengetahui secara pasti apakah empat puluh itu berupa hari, bulan, atau tahun.
Ketika tiupan kedua berembang, seluruh jasad manusia yang telah hancur menjadi tanah akan disusun kembali dan keluar dari kuburnya dalam sekejap mata.
Mereka semua akan digiring menuju Padang Mahsyar tanpa membawa selembar kain pun, murni mempertanggungjawabkan setiap helai amal perbuatan.
Bagi orang-orang kafir dan ahli maksiat, hari tersebut akan terasa amat panjang, penuh siksaan fisik, serta dipenuhi penyesalan yang tiada berkeputusan.
Namun, bagi seorang mukmin yang bertakwa, dahsyatnya hari kebangkitan akan diringankan berkat rahmat, syafaat, dan naungan dari Allah Ta`ala.
Mengingat kedahsyatan tiupan sangkakala ini sepatutnya menjadi alarm spiritual agar kita segera berbenah dan mengikis cinta dunia yang berlebihan.
Semoga kita tidak termasuk golongan manusia buruk yang menjumpai hari kiamat, melainkan wafat dalam keadaan husnul khatimah.
TAGS : kiamat kubra tanda kehancuran alam dua tiupan