
Ilustrasi foto manusia mengambil sarang burung
Terasmuslim.com - Islam senantiasa mengajarkan kepedulian yang sangat tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan kenyamanan hidup seluruh makhluk bernyawa.
Keteladanan dalam menyayangi makhluk kecil ini dicontohkan langsung oleh Rasulullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam melalui sebuah peristiwa yang sangat menyentuh hati.
Saat berada dalam sebuah perjalanan bersama para sahabat, baginda Nabi menyaksikan kesedihan mendalam dari seekor induk burung yang kehilangan anaknya.
Hadis Riwayat Abu Daud: "Kami bersama Rasulullah dalam suatu perjalanan, lalu beliau pergi untuk suatu keperluan. Kami melihat seekor burung hummarah bersama dua anaknya, lalu kami mengambil kedua anak burung itu."
Induk burung tersebut terbang mengepak-ngepakkan sayapnya ke sana kemari di atas kepala para sahabat dengan penuh rasa gelisah dan kepanikan.
Melihat fenomena yang tidak biasa tersebut, Rasulullah langsung tanggap dan mengetahui bahwa ada ketidakadilan yang sedang menimpa hewan kecil itu.
Beliau kemudian menegur para sahabat dengan nada penuh empati dan bertanya siapakah yang telah membuat induk burung tersebut merasa menderita.
Rasulullah dengan tegas memerintahkan sahabat yang mengambil anak burung itu untuk segera mengembalikannya ke sarang semula demi menenangkan sang induk.
Tindakan spontan Rasulullah ini menjadi bukti nyata bahwa Islam melarang keras manusia memisahkan induk hewan dari anaknya demi kesenangan pribadi.
Prinsip dasar berkasih sayang kepada seluruh makhluk di bumi ini juga sejalan dengan makna tersirat dalam Al-Qur`an Surah Al-Anbiya ayat 107.
Surah Al-Anbiya Ayat 107: "Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."
Ayat suci tersebut menegaskan bahwa misi utama kenabian Muhammad adalah membawa kedamaian, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi fauna.
Umat Islam diajarkan untuk tidak meremehkan hak-hak hewan, sekalipun hewan tersebut hanya berupa seekor burung kecil yang tampak tidak berdaya.
Menyakiti perasaan induk hewan dengan cara mengambil anaknya tanpa alasan darurat dinilai sebagai bentuk kezaliman yang harus dipertanggungjawabkan.
Melalui kisah heroik ini, kaum Muslimin diajak untuk merefleksikan kembali sejauh mana kepedulian kita terhadap hak hidup makhluk di sekitar kita.
Semoga kisah klasik yang sarat makna ini dapat memperhalus hati kita semua untuk selalu menebar kasih sayang kepada setiap ciptaan Allah.
TAGS : Hadis burung mengadu kasih sayang menyiksa hewan