KEISLAMAN

Mengenal Tarekat, Jalan Spiritual dalam Tradisi Islam

Yahya Sukamdani| Sabtu, 21/06/2025
Tarekat adalah perjalanan panjang penuh latihan, pengorbanan, dan penyucian diri. Ilustrasi tokoh tarekat berdoa (Foto: AI)

Terasmuslim.com - Di balik gemuruh dunia yang serba cepat, ada banyak umat Islam yang menempuh jalan sunyi: memperdalam ibadah melalui jalur tasawuf. Salah satu metode spiritual yang paling dikenal dalam tradisi ini adalah tarekat sebuah jalan yang tidak hanya berbicara soal ibadah lahiriah, tapi juga perjalanan hati menuju Tuhan.

Tarekat berasal dari kata Arab ṭarīqah, yang berarti “jalan” atau “metode”. Dalam dunia Islam, tarekat merujuk pada jalan ruhani yang ditempuh seorang murid (salik) untuk mendekatkan diri kepada Allah. Ia bukan aliran baru, bukan pula sekte tersendiri, melainkan cabang dari tasawuf yang berakar pada ajaran Al-Qur’an dan hadis, namun lebih menekankan sisi batin.

Dalam tarekat, seorang murid biasanya dibimbing oleh seorang mursyid guru spiritual yang telah lebih dahulu menempuh perjalanan ruhani. Melalui bimbingan ini, murid menjalani berbagai amalan khusus seperti zikir, wirid, muhasabah, dan tafakur, yang semuanya bertujuan untuk membersihkan hati dari penyakit seperti riya, sombong, dan cinta dunia berlebihan.

Ada banyak tarekat besar yang dikenal di dunia Islam. Di antaranya adalah Qadiriyah yang didirikan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Naqsyabandiyah yang dikenal dengan zikir dalam hati (khafi), hingga Syaziliyah yang menekankan keseimbangan antara syariat dan hakikat. Beberapa tarekat juga dikenal luas di Indonesia, seperti Tijaniyah dan Rifaiyah.

Baca juga :

Meski demikian, tidak semua tarekat dipraktikkan secara murni. Sebagian dikritik karena terjebak pada pengkultusan mursyid, praktik bid’ah, bahkan penyimpangan akidah. Oleh karena itu, Islam menegaskan bahwa tarekat yang benar adalah yang tetap berpijak pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta tidak keluar dari batasan syariat.

Di masa kini, tarekat justru kembali diminati oleh generasi muda yang mencari makna lebih dalam dari ibadah. Mereka tertarik pada spiritualitas yang membumi, akhlak yang lembut, dan pengalaman beragama yang lebih tenang.

Tarekat bukanlah jalan pintas menuju surga. Ia adalah perjalanan panjang penuh latihan, pengorbanan, dan penyucian diri. Tapi bagi mereka yang ikhlas dan sabar menapakinya, tarekat bisa menjadi jembatan menuju kedekatan hakiki dengan Allah ﷻ.

TAGS : Tarekat ajaran Islam

Terkini