• KEISLAMAN

Al Quran dan Sunnah Sumber Utama Karya Ulama

Yahya Sukamdani | Kamis, 20/08/2026
Al Quran dan Sunnah Sumber Utama Karya Ulama Ilustrasi foto Islam dan Al quran

Terasmuslim.com - Kitab-kitab karya para ulama mutakaddimin dan muta`akhirin disusun sebagai sarana untuk memperjelas serta mempermudah pemahaman umat terhadap wahyu Ilahi.

Kedudukan Al-Qur`an dan Sunnah akan selalu menjadi fondasi utama serta rujukan tertinggi yang tidak dapat digantikan oleh literatur apa pun.

Allah SWT secara tegas memerintahkan umat Islam untuk menjadikan Al-Qur`an sebagai pedoman hidup utama melalui firman-Nya dalam Surah An-Nisa` ayat 59: "Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu."

Kedudukan As-Sunnah berfungsi sebagai penjelas dan penguat hukum-hukum yang terdapat di dalam Al-Qur`an agar dapat diamalkan secara tepat.

Rasulullah SAW telah menjamin keselamatan hidup bagi siapa saja yang berpegang teguh pada keduanya, sebagaimana sabdanya dalam HR. Malik no. 1594: "Aku tinggalkan dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya."

Seluruh ulama mazhab sepakat bahwa karangan mereka hanyalah alat bantu untuk memahami maksud dari firman Allah SWT dan sabda Nabi SAW.

Allah SWT menegaskan keagungan Al-Qur`an sebagai petunjuk yang lurus dalam Surah Al-Isra` ayat 9: "Sungguh, Al-Qur`an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus."

Penyusunan kitab fikih, akidah, maupun akhlak oleh para ulama selalu bersumber dari penggalian hukum (istinbath) terhadap dalil-dalil Al-Qur`an dan hadits.

Nabi SAW mengingatkan pentingnya mengikuti petunjuk syariat dan menjauhi segala bentuk perkara yang menyelisihi keduanya dalam HR. Muslim no. 1718: "Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tersebut tertolak."

Keberadaan kitab-kitab ulama berfungsi sebagai jembatan ilmiah yang mengubungkan teks-teks wahyu dengan konteks dinamika kehidupan manusia.

Prinsip merujuk kembali kepada Allah SWT dan Rasul-Nya saat terjadi perbedaan pendapat diabadikan dalam Surah An-Nisa` ayat 59: "Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur`an) dan Rasul (sunnahnya)."

Sikap kritis namun penuh penghormatan terhadap karya ulama menjadi ciri khas tradisi keilmuan Islam yang sehat dan berkelanjutan.

Setiap pandangan ulama yang selaras dengan dalil shahih wajib diterima, sedangkan pendapat yang bertentangan dengan wahyu harus ditinggalkan.

Mempelajari literatur klasik karya para ulama mu`tabar akan memperdalam pemahaman kita terhadap keagungan kandungan Al-Qur`an dan Sunnah.

Menjadikan Al-Qur`an dan Sunnah sebagai muara utama keilmuan akan menjaga kesucian pedoman agama serta menuntun umat menuju keselamatan dunia akhirat.