• KEISLAMAN

Amalan Utama di 10 Malam Terakhir pada Bulan Ramadan

Vaza Diva Fadhillah Akbar | Minggu, 08/03/2026
Amalan Utama di 10 Malam Terakhir pada Bulan Ramadan Malam Lailatul Qadar (FOTO: DAILY SABAH)

Jakarta, Terasmuslim.com - Memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, atmosfer spiritual umat Muslim biasanya mengalami pergeseran.

Jika di awal bulan masjid penuh karena euforia, maka di penghujung bulan, mereka yang bertahan adalah para "pemburu" sejati.

Fokusnya satu, yakni menjemput Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan atau setara dengan ibadah selama 83 tahun.

Namun, bagaimana cara mengoptimalkan waktu yang sangat singkat dan terbatas ini? Agar tidak kehilangan momentum.

Berikut adalah checklist amalan utama yang bisa Anda terapkan untuk memaksimalkan peluang meraih keberkahan Lailatul Qadar.

1. Memperbanyak Doa Ampunan (Doa Khusus)

Rasulullah SAW mengajarkan doa spesifik kepada Ummul Mukminin Aisyah RA untuk dibaca di malam-malam ganjil. Doa ini sangat pendek namun mencakup segala kebutuhan hamba di hadapan Sang Pencipta:

$$اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي$$

(Allahumma innaka `afuwwun tuhibbul `afwa fa`fu `annii)

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku."

Tips: Bacalah doa ini di setiap sujud salat sunnah Anda atau saat duduk tafakur di sela-sela zikir.

2. Melaksanakan Itikaf (Berdiam Diri di Masjid)

Itikaf adalah cara terbaik untuk "memutuskan hubungan" sejenak dengan urusan duniawi dan fokus total pada ukhrawi. Jika kesibukan pekerjaan tidak memungkinkan Anda tinggal di masjid selama 10 hari penuh, cobalah untuk beritikaf pada malam harinya saja, mulai dari waktu Isya hingga Subuh.

3. Menjaga Salat Berjamaah (Wajib dan Sunnah)

Para ulama menyebutkan bahwa siapa pun yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, ia telah mendapatkan bagian pahala menghidupkan malam tersebut. Sempurnakan dengan salat Tarawih, Witir, dan salat Tahajud di sepertiga malam. Konsistensi dalam salat berjamaah adalah jaring pengaman agar kita tidak melewatkan malam mulia tersebut.

4. Memperbanyak Sedekah, Meski Sedikit

Sedekah di malam Lailatul Qadar nilainya seperti bersedekah selama 83 tahun berturut-turut. Anda tidak perlu mengeluarkan jumlah yang fantastis sekaligus.

Strategi: Sisihkan nominal kecil (misalnya Rp10.000 atau Rp50.000) secara rutin setiap malam di 10 hari terakhir melalui aplikasi donasi atau kotak amal masjid. Dengan begitu, Anda dipastikan bersedekah tepat pada saat Lailatul Qadar jatuh.

5. Membaca dan Menelaah Al-Qur`an

Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Qur`an (Nuzulul Quran). Maka, berinteraksi dengan kitab suci adalah amalan yang paling sinkron dengan ruh malam tersebut. Jangan hanya mengejar target khatam, cobalah membaca satu atau dua ayat beserta terjemahannya untuk meresapi pesan Tuhan kepada Anda.

6. Menghindari Pertikaian dan Debat Kusir

Salah satu sebab diangkatnya (dirahasiakannya) tanggal pasti Lailatul Qadar pada zaman Nabi adalah karena adanya dua orang sahabat yang bertengkar. Maka, jagalah hati dan lisan. Hindari perdebatan di media sosial atau konflik keluarga. Ketenangan batin adalah syarat utama untuk merasakan turunnya malaikat ke bumi.