• KEISLAMAN

Nama-Nama Neraka dan Masing-Masing Pintu Menurut Al-Qur`an dan Hadis

Yahya Sukamdani | Sabtu, 15/11/2025
Nama-Nama Neraka dan Masing-Masing Pintu Menurut Al-Qur`an dan Hadis Ilustrasi api yang sangat panas

Terasmuslim.com - Dalam ajaran Islam, neraka digambarkan sebagai tempat azab bagi orang-orang yang ingkar dan bermaksiat kepada Allah. Al-Qur’an menyebutkan bahwa neraka memiliki tujuh pintu, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Hijr ayat 44: “Jahannam itu mempunyai tujuh pintu; tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka.” Ayat ini menegaskan bahwa setiap pintu neraka memiliki penghuni sesuai kadar dosa masing-masing, sehingga menunjukkan keadilan Allah SWT.

Nama-Nama Neraka dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an menyebut beberapa nama neraka yang masing-masing menggambarkan bentuk azab yang berbeda. Di antaranya: Jahannam, tempat kembali orang-orang kafir (QS. Al-Mulk: 6); Ladha, api yang mengelupaskan kulit (QS. Al-Ma’arij: 15); Saqar, yang tidak membiarkan dan tidak membiarkan hidup (QS. Al-Muddatsir: 26–29); Huthamah, api yang membakar hingga ke hati (QS. Al-Humazah: 6–7); Sa‘ir, api yang menyala-nyala (QS. Al-Hajj: 4); Wail, lembah azab bagi pendusta (QS. Al-Ma`un: 4–5 menurut sebagian mufassir); serta Jahiim, api yang sangat panas (QS. Ash-Shaffat: 55). Semua nama ini menggambarkan kedahsyatan hukuman bagi pendosa yang tidak bertobat.

Tujuh Pintu Neraka Menurut Ulama
Meskipun Al-Qur’an menyebutkan “tujuh pintu”, rincian siapa saja penghuninya berasal dari penjelasan para ulama berdasarkan ayat dan hadis. Umumnya dijelaskan bahwa pintu-pintu itu diperuntukkan bagi: (1) orang kafir, (2) musyrik, (3) munafik, (4) pelaku syirik besar dan kecil, (5) ahli maksiat berat dari umat dahulu, (6) orang munafik dari umat Muhammad, dan (7) pelaku dosa besar dari kaum Muslimin yang tidak mendapat ampunan. Para ulama menekankan bahwa pembagian ini bersifat penjelasan, bukan penamaan khusus, namun semuanya menunjukkan keadilan hukuman Allah kepada manusia sesuai amalnya.


Hadis-hadis Nabi SAW menggambarkan bahwa pintu neraka sangat luas dan kedalamannya amat mengerikan, sebagaimana disebutkan dalam riwayat Muslim tentang batu yang dilemparkan ke neraka dan baru mencapai dasarnya setelah 70 tahun. Sementara itu, pintu-pintu neraka selalu tertutup rapat hingga hari kiamat, kebalikan dari pintu-pintu surga yang selalu terbuka. Pengetahuan tentang nama-nama dan pintu neraka ini seharusnya membuat seorang Muslim lebih takut kepada Allah, menjauhi maksiat, dan memperbanyak amal saleh agar dijauhkan dari azab akhirat.