• KEISLAMAN

Istri yang Tidak Bisa Dinasihati, Tanda Lemahnya Iman dan Akhlak

Yahya Sukamdani | Senin, 10/11/2025
Istri yang Tidak Bisa Dinasihati, Tanda Lemahnya Iman dan Akhlak Ilustrasi istri mengeluhkan suami

Terasmuslim.com - Dalam rumah tangga Islam, nasihat adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moral antara suami dan istri. Allah SWT berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 71: “Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.” Ayat ini menunjukkan bahwa nasihat merupakan wujud saling menolong dalam kebaikan. Seorang istri seharusnya memiliki hati yang lembut dan siap menerima nasihat suaminya jika nasihat itu membawa kepada ketaatan kepada Allah SWT.

Namun, ketika seorang istri menolak nasihat dan bersikap sombong terhadap kebenaran, hal itu menjadi tanda lemahnya iman dan akhlak. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Aku melihat ke dalam neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, karena mereka kufur.” Para sahabat bertanya, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “Mereka kufur terhadap suami dan mengingkari kebaikan.” Hadits ini mengingatkan bahwa sikap menolak kebenaran dan tidak menghargai nasihat suami termasuk perilaku yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam dosa besar.

Islam memberikan panduan dalam menghadapi istri yang sulit dinasihati. Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 34: “Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka, pisahkanlah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Tetapi jika mereka menaati kamu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.” Ayat ini menunjukkan bahwa langkah pertama dalam menghadapi istri yang tidak taat adalah dengan memberi nasihat lembut dan penuh hikmah, bukan dengan amarah atau kekerasan.