Ilustrasi larangan makan bersuara (Foto: AI)
Terasmuslim.com - Dalam Islam, makan bukan hanya perkara mengisi perut. Ia adalah aktivitas ibadah yang penuh nilai, mulai dari cara duduk, tangan yang digunakan, hingga cara kita menyantapnya. Salah satu kebiasaan yang sering jadi perhatian dalam adab makan adalah makan sambil bersuara, seperti menyeruput atau mengunyah dengan keras.
Meski tidak ada larangan eksplisit dalam Al-Qur’an maupun hadits mengenai makan bersuara, namun kebiasaan ini masuk dalam pembahasan akhlak dan etika sosial yang dijunjung tinggi dalam ajaran Islam.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang sangat halus, santun, dan menjaga adab dalam setiap perbuatan. Tidak ada riwayat bahwa beliau makan sambil mengeluarkan suara yang mengganggu. Para ulama menyebutkan bahwa makan dengan suara keras, seperti mengunyah atau menyeruput, dianggap kurang beradab dan bisa mengganggu orang lain.
Dalam Adab al-Mufrad, Imam Bukhari menyusun banyak bab tentang tata krama makan, termasuk menjaga sikap dan suara saat makan, walau tidak menyebutkan larangan secara eksplisit.
Salah satu prinsip akhlak dalam Islam adalah tidak mengganggu orang lain, baik dengan perbuatan maupun ucapan. Dalam konteks makan bersama, suara mengunyah yang keras atau berisik bisa mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan orang lain.
"Seorang Muslim adalah yang tidak mengganggu Muslim lainnya dengan lisan dan tangannya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Cerminan akhlak dan kepribadian
Kebiasaan makan dengan suara keras sering diasosiasikan dengan sikap kurang peduli, terburu-buru, atau tidak memperhatikan adab. Islam mengajarkan makan dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan penuh kesadaran terhadap nikmat yang dikonsumsi.
Solusi dan anjuran
Meskipun makan bersuara tidak secara langsung diharamkan dalam Islam, namun kebiasaan itu berseberangan dengan semangat adab, kesopanan, dan rasa peduli terhadap sekitar. Maka, menjauhinya adalah bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW.
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)