• KEISLAMAN

Apa Tanda Anak Durhaka kepada Orang Tua, Ini Penjelasannya

Yahya Sukamdani | Rabu, 07/05/2025
Apa Tanda Anak Durhaka kepada Orang Tua, Ini Penjelasannya Ilustrasi anak marah kepada orangtua

Terasmuslim.com - Dalam Islam, durhaka kepada orang tua (`uquq al-walidain`) adalah dosa besar yang sangat dibenci oleh Allah. Bahkan dalam banyak hadits, ia disebutkan setelah syirik sebagai dosa paling besar.

Anak yang durhaka bisa dikenali dari sikap, ucapan, dan perilaku yang menyakiti hati orang tua, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berikut adalah tanda-tanda anak durhaka kepada orang tua menurut ajaran Islam:

  1. Membentak atau Meninggikan Suara kepada Orang Tua

Allah berfirman:

"Dan janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan `ah` dan janganlah kamu membentak mereka..."
(QS. Al-Isra’: 23)

Meninggikan suara, membantah dengan nada keras, atau menunjukkan ekspresi kesal sudah termasuk durhaka meskipun tidak mengucapkan kata kasar.

  1. Enggan Taat pada Perintah yang Baik

Menolak atau mengabaikan perintah orang tua dalam hal yang baik dan tidak melanggar syariat adalah bentuk kedurhakaan, apalagi jika disertai keluhan atau perasaan berat hati.

  1. Mempermalukan atau Menghina Orang Tua

Mencela, menjelekkan, atau meremehkan orang tua di hadapan orang lain, baik secara langsung atau di media sosial, adalah dosa besar dan bentuk penghinaan terhadap hakikat birrul walidain.

  1. Bersikap Dingin, Tidak Peduli, atau Mengabaikan

Sikap tidak peduli, acuh, jarang mengunjungi atau menelpon, serta mengabaikan kebutuhan atau perasaan mereka, adalah bentuk kedurhakaan yang sering tidak disadari.

  1. Mengeluh atau Menampakkan Keberatan

Mengeluh ketika dimintai bantuan atau berkata, “capek ah,” “malas,” “kenapa sih selalu aku?” termasuk dalam ucapan yang menyakitkan dan menunjukkan ketidakridaan.

  1. Tidak Mendoakan Kedua Orang Tua

Seorang anak yang tak pernah mendoakan orang tuanya, baik yang masih hidup maupun sudah wafat, termasuk tanda kelalaian dan bisa menjurus pada kedurhakaan batiniah.

  1. Pelit Memberi Nafkah atau Bantuan

Jika seorang anak mampu tetapi enggan membantu kebutuhan hidup orang tuanya, baik materi maupun bantuan lain, itu termasuk bentuk kedurhakaan yang sangat dikecam.

  1. Lebih Mengutamakan Teman/Pasangan daripada Orang Tua

Ketika anak lebih patuh dan tunduk kepada pasangan atau temannya dalam urusan dunia, namun sering mengabaikan permintaan orang tua, maka ini termasuk ketimpangan adab.

  1. Tidak Minta Maaf Ketika Menyakiti

Durhaka tidak hanya saat seseorang melakukan kesalahan, tapi juga saat ia menolak mengakui dan memperbaikinya. Membiarkan orang tua sakit hati tanpa meminta maaf memperbesar dosa.

Peringatan Rasulullah ﷺ:

“Maukah kalian aku beritahu dosa besar yang paling besar?”
Beliau berkata: “(1) Syirik kepada Allah, (2) durhaka kepada kedua orang tua...”
(HR. Bukhari & Muslim)

Durhaka bukan hanya soal kasar dalam ucapan, tapi juga dalam sikap, perhatian, kepedulian, dan perasaan. Orang tua adalah gerbang surga, dan menyakiti mereka bisa menjadi gerbang neraka.