
Ilustrasi nelayan mencari ikan
Terasmuslim.com - Kisah Ashabus Sabt merupakan iktibar nyata tentang akibat buruk dari pelanggaran perintah Allah demi mengejar keuntungan duniawi.
Penduduk desa pesisir Ailah dari kaum Bani Israil diuji dengan larangan keras menangkap ikan pada hari Sabat.
Allah Subhanahu wa Ta`ala menguji keimanan mereka dengan memunculkan banyak ikan melimpah tepat pada hari Sabtu.
Firman-Nya dalam Surah Al-A`raf ayat 163 menceritakan keberadaan ikan yang terapung saat Sabat: “Ketika datang kepada mereka ikan-ikan mereka pada hari Sabat tampak terapung-apung.”
Sebaliknya, pada hari-hari selain Sabtu, tak satupun ikan muncul hingga memicu rasa ketakjuban dan keserakahan mereka.
Akibat tipu daya kejahatan, sebagian warga membuat perangkap pada hari Jumat dan mengambil hasilnya pada hari Ahad.
Sikap memutarbalikkan hukum demi rekayasa maksiat ini menjadi sebab murka Allah turun secara nyata atas kaum tersebut.
Masyarakat Ailah terbagi menjadi tiga kelompok: penentang aturan, penasihat kebaikan, dan kelompok diam yang membiarkan kemungkaran.
Golongan saleh terus mengingatkan bahaya azab, sebagaimana terekam dalam Surah Al-A`raf ayat 164.
Ketika peringatan diabaikan, Allah menyelamatkan golongan yang mencegah kejahatan dan menimpa siksaan keras pada para pelaku maksiat.
Surah Al-A`raf ayat 165 menegaskan penyelamatan tersebut: “Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan azab yang keras kepada orang-orang yang zalim.”
Akibat kelakuan yang melampaui batas, fisik dan martabat mereka diubah menjadi kera yang hina.
Hal ini termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 65: “Maka Kami katakan kepada mereka: `Jadilah kamu kera yang hina.`”
Rasulullah SAW mengingatkan larangan bertrik jahat sebagaimana hadis riwayat Ibnu Battrah: “Janganlah kamu melakukan apa yang dilakukan oleh Yahudi, sehingga kamu menghalalkan apa yang diharamkan Allah dengan trik-trik tipu daya.”
Peristiwa tragis Ashabus Sabt senantiasa menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam agar mematuhi syariat tanpa melakukan rekayasa hukum.
TAGS : hari sabat kisah bani israil sejarah islam