KEISLAMAN

Pertanggungjawaban Dunia Akhirat Kerusakan Alam Akibat Ulah Manusia

Yahya Sukamdani| Kamis, 15/10/2026
Ancaman pertanggungjawaban dunia dan akhirat akibat merusak ekosistem alam. Ilustrasi kerusakan alam akibat keserakahan manusia

Terasmuslim.com - Eksploitasi alam secara berlebihan dan tak terkendali merupakan bentuk kezaliman nyata terhadap ekosistem bumi.

Ulah tangan manusia yang merusak lingkungan hidup menjadi pemicu utama timbulnya ketidakseimbangan ekosistem di berbagai daerah.

Dalam Islam, setiap tindakan pengrusakan alam tidak hanya mendatangkan bencana di dunia, tetapi juga menuntut pertanggungjawaban di akhirat.

Manusia diciptakan sebagai khalifah yang diemban amanah untuk menjaga, merawat, dan memakmurkan bumi, bukan untuk menghancurkannya.

Baca juga :

Al-Qur`an memberikan peringatan keras mengenai balasan bagi mereka yang berbuat kerusakan di muka bumi melalui Surah Al-A`raf ayat 56: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya."

Pengeksploitasian sumber daya alam tanpa memperdulikan dampak lingkungan merupakan cerminan dari sifat keserakahan dan kufur nikmat.

Bencana kekeringan, banjir, dan pencemaran yang terjadi hari ini adalah dampak langsung dari diabaikannya syariat ekologi dalam Islam.

Rasulullah SAW melarang keras segala bentuk pengrusakan lingkungan, bahkan dalam situasi peperangan sekalipun.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menegaskan perlindungan terhadap makhluk hidup dan lingkungan: "Barangsiapa membunuh burung pipit secara sia-sia, maka burung itu akan berteriak kepada Allah di hari kiamat seraya berkata: `Wahai Rabbku, si fulan membunuhku secara sia-sia dan tidak membunuhku untuk dimanfaatkan.`" (HR. An-Nasa`i).

Di hari kiamat kelak, seluruh pohon yang ditebang secara zalim dan tanah yang dirusak akan bersaksi di hadapan Allah SWT.

Setiap pejabat, pengusaha, maupun individu yang terlibat dalam pengrusakan alam akan dihisab atas setiap jengkal kerusakan yang diperbuatnya.

Keadilan Allah SWT akan menuntut setiap perbuatan zalim terhadap alam dan makhluk hidup yang dirugikan.

Kesadaran akan pertanggungjawaban akhirat harus menjadi dorongan utama untuk melahirkan kebijakan yang ramah lingkungan.

Menjaga kelestarian alam merupakan bagian utuh dari ibadah dan bukti konkrit ketakwaan seorang hamba kepada Sang Creator.

Semoga Allah SWT menguatkan kita untuk menjadi penjaga bumi yang bertanggung jawab dan terhindar dari siksa-Nya.

TAGS : merusak alam merusak lingkungan hisab kerusakan lingkungan

Terkini