
Ilustrasi foto jalan dunia dan surga
Terasmuslim.com - Kehidupan modern sering kali menjebak manusia dalam pusaran ambisi mengejar harta dan status sosial tanpa henti.
Banyak orang rela mengorbankan waktu, kesehatan, serta ibadah demi meraih kemewahan materi yang diimpikan.
Namun, kejaran dunia yang tidak bertepi kerap kali dibayar mahal dengan hilangnya rasa tenang di dalam jiwa.
Dalam pandangan Islam, dunia hanyalah persinggahan sementara yang tidak pantas dijadikan tujuan utama kehidupan.
Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman dalam Surah At-Takasur ayat 1–2 mengenai kelalaian manusia akibat bermegah-megahan.
Ayat tersebut mengingatkan bahwa ambisi menumpuk harta sering membuat manusia lalai hingga maut menjemputnya.
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ibn Majah menegaskan bahwa siapa yang menjadikan dunia tujuan utamanya, Allah akan ceraiberaikan urusannya.
Hadis tersebut juga menyebutkan bahwa Allah akan menjadikan kefakiran bayang-bayang yang selalu ada di depan matanya.
Sebaliknya, barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai niat utamanya, Allah akan menghimpunkan kekuatannya dan memberi rasa cukup.
Surah Al-An`am ayat 32 menegaskan bahwa kehidupan dunia tidak lain hanyalah permainan dan kesenangan yang menipu.
Ketenangan sejati tidak terletak pada seberapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan oleh seorang hamba.
Rasa tenang hadir dari jiwa yang selalu bersyukur dan ridha atas setiap ketetapan yang Allah berikan.
Menjaga keseimbangan antara ikhtiar duniawi dan pemenuhan kebutuhan spiritual adalah kunci kebahagiaan hakiki.
Luangkan waktu untuk berzikir, memperbaiki salat, dan merenungi ayat-ayat-Nya di tengah kesibukan harian.
Kejar kejayaan akhirat, niscaya dunia dan ketenangan hati akan ikut berada dalam genggaman kita.
TAGS : bahaya mengejar dunia ketenangan jiwa hakikat kehidupan