
Ilustrasi pejabat dan rakyat
Terasmuslim.com - Kekuasaan dan jabatan merupakan amanah besar yang kerap menjadi ujian berat bagi keimanan seorang hamba.
Ketika seseorang meraih puncak kekuasaan, tidak jarang timbul rasa sombong hingga melupakan sang Pencipta.
Sejarah mencatat kisah Firaun sebagai simbol penguasa yang melampaui batas akibat terbuai oleh kekuasaannya.
Al-Qur`an mengabadikan kesombongan Firaun dalam Surah An-Nazi`at ayat 24: "Seraya berkata: `Akulah tuhanmu yang paling tinggi.`"
Kesombongan tersebut menjadi bukti bahwa kekuasaan tanpa iman dapat membinasakan manusia di dunia dan akhirat.
Allah SWT menegaskan bahwa manusia cenderung berbuat melampaui batas ketika merasa dirinya sudah serba cukup dan berkuasa.
Hal ini tercantum jelas dalam Surah Al-`Alaq ayat 6-7: "Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup."
Rasulullah SAW juga telah memberi peringatan keras mengenai bahaya kepemimpinan yang tidak dijalankan dengan ketakwaan.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang hamba diserahi tanggung jawab memimpin rakyat, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, melainkan Allah mengharamkan surga baginya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Kekuasaan sejati dalam pandangan Islam adalah alat untuk menegakkan keadilan dan menyebarkan kemaslahatan bagi umat.
Seorang pemimpin yang bertakwa akan senantiasa menyadari bahwa setiap keputusan yang diambil akan dimintai pertanggungjawaban.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kepemimpinan dapat menjadi penyesalan di hari kiamat jika tidak ditunaikan dengan benar.
Sifat tawadhu dan takut kepada Allah SWT harus menjadi benteng utama bagi siapa saja yang diberi mandat kekuasaan.
Mengingat kematian dan kehidupan akhirat merupakan obat paling ampuh untuk mencegah penyakit sombong akibat jabatan.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing para pemimpin kita agar tetap rendah hati dan tidak lupa kepada-Nya.
TAGS : bahaya kekuasaan amanah kepemimpinan keteladanan pemimpin