
Ilustrasi foto teman yang sombong setelah sukses
Terasmuslim.com - Islam senantiasa mengajarkan umatnya untuk senantiasa rendah hati dan menjauhi segala bentuk kesombongan dalam kehidupan sehari-hari.
Sifat ujub dan takabur hanya akan membawa kebinasaan nyata bagi siapa saja yang memeliharanya di dalam hati.
Salah satu kisah peringatan yang sangat berharga menceritakan seorang lelaki di zaman dahulu yang berjalan dengan penuh kesombongan.
Lelaki tersebut merasa bangga dan kagum pada dirinya sendiri saat mengenakan pakaian yang sangat indah serta mewah.
Sambil menyisir rapi rambutnya, ia berjalan dengan gaya angkuh untuk memamerkan keindahan penampilan fisiknya di hadapan orang banyak.
Sikap memamerkan harta dan pakaian secara sombong ini langsung mengundang murka dan hukuman setimpal dari Sang Pencipta.
Setibanya di suatu tempat, Allah SWT seketika menenggelamkan bumi yang diijaknya hingga ia terperosok ke dalam perut bumi.
Kisah tragis ini mengabadikan betapa cepatnya azab Allah menghampiri hamba yang mengagungkan dirinya sendiri secara berlebihan.
Peristiwa bernilai pelajaran ini secara sahih diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah radhiyallahu `anhu dari Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda: "Ketika seorang laki-laki berjalan dengan pakaian yang mengagumkan dirinya dan rambutnya terurai rapi, tiba-tiba Allah membenamkannya ke dalam bumi, maka dia terus merontak-rontak di dalamnya sampai hari kiamat." (HR. Bukhari No. 3485 dan Muslim No. 2088).
Peringatan tegas mengenai larangan berjalan angkuh dan sombong di atas bumi juga telah diabadikan langsung dalam Al-Qur`an.
Allah SWT berfirman: "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (QS. Al-Isra [17]: 37).
Pelajaran penting dari kisah ini mengingatkan kita bahwa nikmat harta dan pakaian sejatinya hanyalah titipan sementara.
Mengenakan pakaian yang bersih dan rapi tentu diperbolehkan, namun harus tetap dijaga dari niat menyombongkan diri serta merendahkan sesama.
Semoga kisah ini menjadi ikhtiar edukasi agar kita senantiasa memelihara sifat tawaduk dan terhindar dari murka Allah SWT.
TAGS : lelaki sombong ujub dan takabur hikmah tawadhu