
Ilustrasi foto peran orang tua
Terasmuslim.com - Memenuhi kebutuhan materi anak memang penting, tetapi menghadirkan sosok orang tua secara utuh jauh lebih berharga bagi jiwanya.
Banyak orang tua terjebak dalam anggapan bahwa mencukupi harta sudah cukup untuk membahagiakan buah hati.
Padahal, kekosongan emosional akibat tiadanya kehadiran orang tua tidak dapat digantikan oleh materi sebanyak apa pun.
Islam memandang anak sebagai amanah besar dari Allah SWT yang membutuhkan kasih sayang serta bimbingan secara langsung.
Allah SWT mengingatkan kewajiban menjaga diri dan keluarga dalam Surah At-Tahrim ayat 6 dari ancaman api neraka.
Bimbingan agama dan pembentukan karakter anak memerlukan interaksi yang intens serta keteladanan nyata dari kedua orang tua.
Rasulullah SAW memberikan teladan mulia dengan senantiasa meluangkan waktu untuk bermain dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW menegaskan bahwa tiada pemberian orang tua yang lebih utama daripada pendidikan akhlak yang baik.
Pendidikan akhlak tersebut hanya dapat ditanamkan secara optimal melalui kebersamaan, komunikasi, dan perhatian yang konsisten.
Anak yang mendapatkan kehangatan serta kehadiran orang tua akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan santun.
Sebaliknya, kurangnya waktu bersama dapat membuat anak mencari perhatian di luar rumah yang belum tentu membawanya pada kebaikan.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Bukhari bahwa setiap orang tua adalah pemimpin yang kelak dimintai pertanggungjawaban.
Pertanggungjawaban tersebut mencakup bagaimana orang tua mendidik, menemani, serta mengarahkan tumbuh kembang spiritual sang anak.
Menyeimbangkan ikhtiar mencari nafkah dengan alokasi waktu yang berkualitas merupakan kunci utama keberkahan dalam pengasuhan.
Dengan menghadirkan jiwa dan raga untuk anak, orang tua sedang membangun fondasi generasi penerus yang sholeh dan sholehah.
TAGS : orang tua kebutuhan emosional anak mendidik anak