
Ilustrasi iblis menggoda konflik suami istri
Terasmuslim.com - Konflik kecil dalam rumah tangga sering kali membesar akibat akumulasi emosi yang tidak terselesaikan dengan baik.
Gengsi dan enggan menurunkan ego menjadi salah satu faktor utama yang memicu perselisihan sepele berujung pertengkaran hebat.
Islam mengajarkan para hamba-Nya untuk menahan amarah demi menjaga kedamaian dan keharmonisan di dalam keluarga.
Allah SWT memuji hamba-Nya yang sanggup menahan amarah sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ali `Imran ayat 134.
Kurangnya komunikasi yang jujur dan santun membuat kesalahpahaman kecil terus membesar seiring berjalannya waktu.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam hadis riwayat Bukhari bahwa orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.
Campur tangan pihak luar atau membeberkan aib rumah tangga juga dapat memperkeruh masalah yang semula sederhana.
Setan senantiasa berupaya merusak ikatan pernikahan dengan mengompori emosi serta memprovokasi perselisihan antarpasangan.
Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa prestasi terbesar iblis adalah berhasil memisahkan pasangan suami istri.
Sikap suka mengungkit kesalahan masa lalu juga menjadi penyulut api perselisihan yang sangat berbahaya.
Islam sangat menekankan pentingnya saling memaafkan dan membuka lembaran baru demi menjaga keutuhan rumah tangga.
Allah SWT memerintahkan untuk memaafkan dengan cara yang baik sebagaimana tertuang dalam Surah Al-Hijr ayat 85.
Menunda penyelesaian masalah dengan cara mendiamkan pasangan terlalu lama justru akan menumpuk rasa benci.
Rasulullah SAW melarang umatnya mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim.
Dengan mengedepankan sabar, maaf, dan komunikasi yang lembut, setiap keretakan kecil dapat segera dipulihkan demi meraih ridho-Nya.
TAGS : konflik rumah tangga suami istri keharmonisan keluarga