
Ilustrasi menonton film di gadget
Terasmuslim.com - Penggunaan gadget tanpa pengawasan ketat telah mengubah pola interaksi dan konsumsi informasi di tengah masyarakat modern.
Kemudahan akses internet membuka pintu masuknya berbagai konten visual yang dapat memicu stimulasi indra secara prematur.
Akar utama munculnya penyimpangan seksual sering kali berawal dari ketidakmampuan individu dalam menjaga pandangan mata.
Allah SWT telah mengingatkan bahaya ini dalam Surah An-Nur ayat 30: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: `Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka`.”
Paparan konten pornografi melalui layar ponsel secara terus-menerus dapat merusak saraf otak dan mengikis rasa malu.
Rasulullah SAW memperingatkan bahaya zina mata dalam hadis riwayat Bukhari: “Sesungguhnya Allah telah menetapkan bagian zina untuk setiap manusia, zina mata adalah melihat.”
Selain mengikis benteng moral, isolasi sosial akibat kecanduan gadget membuat seseorang rentan terpapar paham dan gaya hidup nyeleneh.
Interaksi di alam maya tanpa filter agama memudahkan doktrinasi perilaku menyimpang masuk ke dalam pemikiran remaja.
Penyimpangan seksual juga dapat bersumber dari ketidakfahaman terhadap batas-batas aurat dan tata krama dalam berinteraksi.
Islam mengajarkan perlindungan moral sejak dini sebagaimana hadis riwayat Abu Daud untuk memisahkan tempat tidur anak saat berusia sepuluh tahun.
Absensinya peran dan pengawasan orang tua di rumah kerap membuat anak mencari pelarian serta pemenuhan emosional di dunia maya.
Lingkungan digital yang bebas tanpa batas norma agama akhirnya membentuk dorongan syahwat yang tidak disalurkan secara benar.
Ketika nilai-nilai syariat diabaikan, dorongan tersebut bertransformasi menjadi perilaku terlarang yang melanggar hukum alam dan agama.
Oleh karena itu, benteng pertahanan utama dalam menghadapi dampak negatif teknologi adalah penguatan akidah dan literasi digital berbasis Islam.
Orang tua wajib membatasi penggunaan gadget serta menanamkan pemahaman bahwa setiap penglihatan dan perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
TAGS : dampak gadget parenting Islam pendidikan akhlak digital