
Ilustrasi ibu mengajarkan anak
Terasmuslim.com - Kehadiran anak dalam sebuah keluarga merupakan salah satu nikmat terbesar sekaligus ujian cinta yang nyata dari Allah SWT.
Rasa cinta yang begitu mendalam kepada buah hati sering kali menjadi medan ujian bagi keteguhan iman orang tua.
Allah SWT secara tegas mengingatkan bahwa harta dan anak-anak kita tidak lain adalah sebuah fitnah atau ujian.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taghabun ayat 15: "Innamā amwālukum wa aulādukum fitnah..." yang artinya, "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu."
Ujian tersebut dapat hadir dalam bentuk tingkah laku anak, rasa cemas akan masa depan mereka, hingga cobaan rasa sakit.
Tidak sedikit orang tua yang rela melanggar syariat demi menuruti keinginan sang anak karena tingginya rasa cinta.
Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan bagaimana kehadiran anak dapat mengubah sikap dan karakter seorang hamba.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Hadist Riwayat Ibn Majah: "Anak itu dapat menyebabkan sifat bakhil, penakut, bodoh, dan bersedih hati."
Meski demikian, mendidik anak dengan penuh kesabaran dan keikhlasan akan menjadi ladang pahala yang sangat besar.
Anak yang dididik dengan nilai-nilai agama akan menjadi aset terbaik orang tua hingga ke alam akhirat kelak.
Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa dari anak yang saleh akan terus mengalirkan pahala meskipun orang tua telah wafat.
Sebagaimana hadist shahih Riwayat Muslim: "Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya."
Oleh karena itu, orang tua dituntut untuk selalu menyertakan Allah SWT dalam setiap proses pengasuhan dan pendidikan anak.
Mencintai anak secara bijak berarti menempatkan cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya di atas segala-galanya.
Ketika ujian cinta itu datang, kesabaran dan doa adalah kunci utama agar keluarga tetap berada dalam lindungan-Nya.
TAGS : anak adalah fitnah mendidik anak parenting islam