
Ilustrasi berdoa sebelum berangkat kerja
Terasmuslim.com - Dunia modern sering kali menjebak manusia dalam rutinitas harian yang sangat padat dan menyita perhatian.
Banyak orang merasa telah memanfaatkan waktu dengan produktif, padahal mereka hanya disibukkan oleh hal-hal fana.
Kesibukan yang tidak bernilai ibadah kerap kali menjadi ilusi yang menipu dan melengahkan dari prioritas hidup sejati.
Islam mengajarkan bahwa hakikat kehidupan dunia hanyalah tempat persinggahan sementara untuk mengumpulkan bekal akhirat.
Allah SWT memperingatkan manusia agar kelimpahan harta dan kesibukan tidak melalaikan mereka dari mengingat-Nya.
Peringatan tegas ini tertuang dalam Al-Qur`an Surah Al-Munafiqun ayat 9 tentang bahaya kelalaian akibat urusan duniawi.
Dalam ayat tersebut Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta benda dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah."
Rasulullah SAW juga mengingatkan betapa banyaknya manusia yang tertipu oleh nikmat waktu luang dan kesehatan.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi SAW bersabda bahwa ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.
Seseorang yang bijak akan senantiasa mengevaluasi apakah aktivitas hariannya makin mendekatkan diri kepada sang Pencipta.
Kesibukan mengejar materi tanpa melandaskannya pada niat ibadah hanya akan melahirkan kehampaan jiwa dan penyesalan.
Sikap bijak dalam mengatur prioritas adalah mendahulukan kewajiban agama di atas seluruh urusan dan kepentingan duniawi.
Allah SWT mengingatkan dalam Surah Al-An`am ayat 32 bahwa kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah permainan dan senda gurau belaka.
Sementara itu, negeri akhirat sungguh jauh lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa dan mau menggunakan akal pikirannya.
Oleh karena itu, tatalah kembali prioritas hidup agar setiap detik kesibukan berbuah pahala dan keberkahan abadi.
TAGS : Manajemen Waktu Islam Kesibukan Dunia Hakikat Waktu