
Ilustrasi foto niat dalam hati
Terasmuslim.com - Setiap Muslim hendaknya menyadari hakikat dan tujuan utama dari seluruh rangkaian ibadah yang dilakukannya sehari-hari.
Sering kali timbul pertanyaan dalam diri apakah amal soleh yang dikerjakan memberi dampak langsung kepada Allah SWT.
Secara tegas Islam mengajarkan bahwa Allah Maha Kaya dan sama sekali tidak membutuhkan ketaatan maupun amalan dari hamba-Nya.
Seluruh amal kebajikan yang ditunaikan manusia pada hakikatnya akan kembali manfaatnya untuk kebaikan diri mereka sendiri.
Allah SWT menegaskan prinsip mendasar ini secara eksplisit dalam Al-Qur`an Surah Al-Isra` ayat 7.
Dalam ayat tersebut Allah berfirman bahwa jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri.
Sebaliknya, jika manusia melakukan kejahatan dan kemaksiatan, maka akibat buruknya pun akan menimpa diri mereka sendiri.
Tujuan utama beramal saleh adalah semata-mata mengharapkan keridhaan Allah SWT sebagai wujud keikhlasan yang tulus.
Landasan keikhlasan niat ini menjadi syarat mutlak diterimanya sebuah amalan sebagaimana tertuang dalam hadis sahih.
Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Bukhari dan Muslim bahwa sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya.
Seseorang hanya akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ditiatkan dalam hatinya saat beramal.
Jika beramal hanya untuk mengharapkan pujian manusia atau imbalan duniawi, maka amalan tersebut akan sirna tanpa nilai di akhirat.
Allah SWT juga mengingatkan manusia dalam Surah Az-Zumar ayat 2 agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.
Memahami bahwa kebaikan kembali kepada diri sendiri akan melatih jiwa untuk selalu bersikap rendah hati dan konsisten beramal.
Oleh karena itu, luruskanlah niat dalam setiap ikhtiar kebaikan agar berbuah pahala abadi serta ketenangan hidup di dunia dan akhirat.
TAGS : Tujuan Beramal Keikhlasan Dalam Islam Amal Ibadah