KEISLAMAN

Bahaya Cerita Dusta dalam Dakwah Islam

Yahya Sukamdani| Jum'at, 24/07/2026
Waspada penyampaian kisah palsu yang merusak kemurnian ajaran agama. Ilustrasi Khutbah Jumat (Foto: Unsplash/Raka Dwi Wicaksana)

Terasmuslim.com - Dakwah Islam harus senantiasa ditegakkan di atas landasan ilmu yang benar dan bersumber dari dalil yang valid.

Sayangnya, masih ada sebagian dai yang menggunakan metode cerita bohong atau kisah-kisah palsu untuk menarik perhatian jamaah.

Tindakan menyebarkan kedustaan atas nama agama demi kebaikan fiktif merupakan pelanggaran besar dalam syariat Islam.

Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya untuk berdusta atas nama beliau agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan.

Peringatan keras ini terekam jelas dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka bersiaplah mengambil tempat duduknya di neraka."

Al-Qur`an juga mengecam keras orang-orang yang menciptakan kebohongan lalu menyandarkannya kepada Allah SWT demi kepentingan tertentu.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-An`am ayat 21: "Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah..."

Penggunaan cerita palsu dalam ceramah dapat mengaburkan kemurnian ajaran Islam serta menyesatkan pemahaman umat awam.

Dakwah yang dibangun di atas fondasi kebohongan tidak akan mendatangkan berkah melainkan kerusakan moral beragama.

Seorang pendakwah profesional wajib meneliti keabsahan setiap riwayat dan kisah sebelum menyampaikannya di hadapan khalayak umum.

Kitab-kitab para ulama hadist telah memilah dengan jelas mana riwayat yang sahih, dhaif, hingga palsu.

Kebenaran Islam sudah sangat sempurna sehingga tidak membutuhkan bumbu-bumbu kebohongan untuk menarik simpati manusia.

Mari kita dukung gerakan dakwah yang ilmiah, mencerahkan, dan berpegang teguh pada Al-Qur`an serta Sunnah yang sahih.

Dengan menjaga kemurnian metode dakwah, kita turut melindungi akidah umat dari bahaya penyimpangan berpikir yang merusak.

TAGS : dusta dalam dakwah hadist palsu keaslian dalil

Terkini