KEISLAMAN

Qadha Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal Dulu?

Yahya Sukamdani| Senin, 16/02/2026
Dahulukan kewajiban sebelum sunnah, pahami prioritas ibadah dengan benar. Ilustrasi puasa

Terasmuslim.com - Setelah Ramadhan berlalu, sebagian kaum muslimin dihadapkan pada pertanyaan penting: mana yang harus didahulukan, mengqadha puasa Ramadhan atau melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal? Pertanyaan ini bukan sekadar teknis ibadah, tetapi menyangkut prinsip mendahulukan kewajiban atas amalan sunnah dalam syariat Islam.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185, “Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajib menggantinya pada hari-hari yang lain.” Ayat ini menegaskan bahwa qadha puasa Ramadhan adalah kewajiban yang harus ditunaikan. Kewajiban memiliki prioritas lebih tinggi daripada ibadah sunnah, karena ia adalah tanggungan yang belum selesai.

Adapun keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal disebutkan dalam hadist riwayat Imam Muslim, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” Hadist ini menunjukkan besarnya pahala puasa Syawal, namun ia tetap berstatus sunnah, bukan wajib.

Sebagian ulama berpendapat bahwa untuk mendapatkan keutamaan penuh sebagaimana dalam hadist tersebut, seseorang sebaiknya menyempurnakan puasa Ramadhan terlebih dahulu dengan qadha, baru kemudian melaksanakan puasa Syawal. Karena redaksi hadist menyebutkan “berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari Syawal,” yang menunjukkan urutan penyempurnaan.

Namun ada pula pendapat ulama yang membolehkan mendahulukan puasa Syawal sebelum qadha, terutama jika waktu Syawal dikhawatirkan habis, selama qadha tetap ditunaikan sebelum datang Ramadhan berikutnya. Ini karena waktu qadha relatif panjang, sedangkan puasa Syawal terbatas hanya di bulan Syawal.

Kesimpulannya, yang lebih utama adalah mendahulukan qadha puasa Ramadhan karena ia kewajiban. Setelah itu, barulah melaksanakan puasa Syawal agar meraih keutamaannya secara sempurna. Prinsip dalam ibadah jelas: dahulukan yang wajib sebelum yang sunnah, agar tanggungan kepada Allah tertunaikan dan pahala tambahan pun dapat diraih dengan tenang.

 
 
 
TAGS : qadha puasa puasa Syawal dalil puasa Syawal

Terkini