KEISLAMAN

Menjaga Generasi Muda dari Paham Liberal dan Pluralisme Akidah

Yahya Sukamdani| Senin, 16/02/2026
Akidah lurus benteng utama anak muda dari arus pemikiran menyimpang. Ilustrasi foto mendidik anak

Terasmuslim.com - Arus globalisasi membawa banyak manfaat, namun juga menyelipkan paham-paham yang dapat menggerus akidah generasi muda. Liberalisme dan pluralisme agama sering dikemas dalam narasi kebebasan berpikir dan toleransi, tetapi berpotensi menyeret anak dan pemuda pada relativisme kebenaran. Islam sejak awal menegaskan bahwa kebenaran bersumber dari wahyu, bukan dari selera zaman atau opini manusia.

Al-Qur’an menegaskan kejelasan jalan yang lurus. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam” (QS. Ali ‘Imran: 19). Ayat ini menjadi fondasi akidah bahwa kebenaran bersifat absolut, bukan relatif. Menanamkan keyakinan ini sejak dini adalah kunci agar anak dan pemuda tidak mudah terombang-ambing oleh wacana yang menyamakan semua agama dalam aspek akidah.

Rasulullah SAW memberi peringatan tegas tentang pentingnya menjaga iman. Dalam hadits riwayat Imam Muslim, beliau bersabda bahwa iman bisa bertambah dan berkurang. Ini menunjukkan bahwa iman perlu dirawat dengan ilmu dan amal. Tanpa penguatan akidah, pemuda mudah terpesona oleh gagasan kebebasan tanpa batas yang menjauhkan mereka dari prinsip tauhid.

Peran orang tua dan pendidik menjadi sangat strategis. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS. At-Tahrim: 6). Ayat ini menegaskan kewajiban pendidikan akidah di rumah dan lingkungan pendidikan. Dialog terbuka, keteladanan ibadah, serta pengawasan terhadap konten digital menjadi ikhtiar nyata dalam menjaga iman generasi.

Islam tidak menolak toleransi, tetapi menempatkannya secara proporsional. Toleransi dalam Islam adalah berbuat adil dan berakhlak mulia kepada pemeluk agama lain, tanpa mencampuradukkan akidah. Allah SWT berfirman, “Untukmu agamamu, dan untukku agamaku” (QS. Al-Kafirun: 6). Ayat ini menjadi batas tegas antara sikap toleran dan kompromi akidah yang dilarang.

Pada akhirnya, menjaga anak dan pemuda dari paham liberal dan pluralisme akidah bukan dengan ketakutan, melainkan dengan penguatan ilmu, iman, dan identitas Islam. Generasi yang memahami agamanya dengan benar akan mampu bersikap terbuka tanpa kehilangan prinsip. Inilah tugas bersama umat: menyiapkan generasi berilmu, berakhlak, dan kokoh di atas tauhid di tengah derasnya arus pemikiran zaman.

TAGS : bahaya liberalisme pendidikan akidah dalil menjaga iman

Terkini