KEISLAMAN

Hilangnya Cara Beragama yang Benar, Ketika Umat Lebih Mengikuti Syubhat daripada Sunnah

Yahya Sukamdani| Minggu, 18/01/2026
Fenomena menyimpang dalam beragama kian marak. Umat Islam diingatkan agar kembali berpegang teguh pada Al-Qur`an dan Sunnah, bukan pada syubhat yang menyesatkan. Ilustrasi foto belajar agama

Terasmuslim.com - Hilangnya cara beragama yang benar merupakan musibah besar bagi umat Islam, karena agama tidak lagi dipahami dan diamalkan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi berdasarkan hawa nafsu, logika semata, atau tren pemikiran yang menyesatkan. Allah ﷻ telah memperingatkan agar kaum beriman berpegang teguh pada jalan yang lurus. “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah ia dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya” (QS. Al-An‘am: 153). Ayat ini menegaskan bahwa kebenaran hanya satu, sedangkan jalan kesesatan sangat banyak.

Salah satu sebab utama hilangnya cara beragama yang benar adalah tersebarnya syubhat, yaitu perkara yang samar antara kebenaran dan kebatilan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara syubhat yang tidak diketahui oleh banyak manusia…” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika syubhat diikuti, seseorang akan mudah tergelincir, karena hatinya tidak lagi sensitif terhadap kebenaran, bahkan menganggap kebatilan sebagai kebenaran.

Mengikuti syubhat juga sering dibungkus dengan dalih kebebasan berpikir, toleransi, atau pembaruan agama, padahal sejatinya menjauhkan umat dari manhaj Nabi ﷺ dan para sahabat. Rasulullah ﷺ telah memperingatkan: “Barang siapa yang hidup sepeninggalku, ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Hadist ini menjadi dalil kuat bahwa keselamatan hanya ada pada ittiba’ (mengikuti) sunnah, bukan mengikuti pemikiran yang menyimpang.

Oleh karena itu, solusi dari hilangnya cara beragama yang benar adalah kembali kepada ilmu yang shahih, mempelajari agama dari Al-Qur’an dan Hadist sesuai pemahaman para sahabat dan ulama Ahlus Sunnah. Allah ﷻ berfirman: “Maka jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnah)” (QS. An-Nisa: 59). Dengan demikian, umat Islam dituntut untuk waspada terhadap syubhat, memperkuat ilmu, dan senantiasa memohon kepada Allah agar diberi hidayah dan ditetapkan di atas agama yang lurus.

 
 
 
TAGS : syubhat dalam Islam mengikuti sunnah cara beragama

Terkini