
Ilustrasi Khutbah Jumat
Terasmuslim.com - Dalam Islam, hari Jumat memiliki keutamaan besar, tetapi tidak semua ibadah boleh dikhususkan untuk malam atau siangnya tanpa dalil. Sebagian amalan memang dianjurkan, sementara sebagian lainnya justru dilarang jika dianggap memiliki keutamaan khusus. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mengkhususkan malam Jumat dengan salat malam tertentu yang tidak dilakukan pada malam lainnya.” (HR. Muslim). Hadis ini menjadi dasar bahwa mengkhususkan malam Jumat dengan salat tertentu adalah larangan jika diyakini memiliki keutamaan khusus.
Namun, bukan berarti malam Jumat tidak boleh diisi ibadah. Salat malam, membaca Al-Qur’an, dan zikir tetap boleh dilakukan seperti malam lainnya, selama tidak diyakini memiliki keutamaan khusus yang tidak memiliki landasan. Para ulama menjelaskan bahwa larangan pada hadis tersebut berkaitan dengan pengkhususan tanpa dalil, bukan larangan melakukan ibadah secara umum.
Berbeda dengan malamnya, hari Jumat memiliki amalan sunnah yang jelas dalilnya. Rasulullah SAW menganjurkan memperbanyak salawat di hari Jumat. Beliau bersabda, “Perbanyaklah salawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat.” (HR. Abu Dawud). Selain itu, membaca surah Al-Kahfi juga dianjurkan di hari tersebut, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Hakim: “Barang siapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, ia akan diterangi cahaya di antara dua Jumat.”
Adapun ibadah ibadah khusus seperti salat tertentu, doa tertentu, atau ritual khusus malam Jumat yang tidak pernah dicontohkan Nabi, hukumnya tidak dianjurkan. Prinsipnya, segala bentuk ibadah harus berdasarkan dalil. Karena itu, umat dianjurkan menghidupkan hari Jumat dengan amalan yang sahih: mandi Jumat, memakai wangi-wangian, membaca Al-Kahfi, memperbanyak salawat, datang lebih awal ke masjid, serta mendengarkan khutbah dengan khusyuk. Dengan mengikuti tuntunan ini, ibadah di hari Jumat menjadi lebih berkah dan sesuai sunnah.
TAGS : ibadah malam Jumat amalan hari Jumat