KEISLAMAN

Bahaya Menunda Shalat Sampai Akhir Waktu, Antara Lalai dan Hilangnya Keberkahan

Yahya Sukamdani| Senin, 08/09/2025
Menunda shalat hingga akhir waktu melemahkan iman dan menghilangkan keberkahan hidup. Ilustrasi foto shalat tertunda

Terasmuslim.com - Shalat merupakan kewajiban utama dalam Islam yang memiliki kedudukan sebagai tiang agama. Allah ﷻ menetapkan shalat lima waktu dengan batasan yang jelas, baik dari awal hingga akhir waktunya. Namun, fenomena menunda shalat hingga mendekati habis waktu masih sering terjadi di tengah masyarakat. Kebiasaan ini, meskipun shalat tetap dilakukan, mengandung bahaya besar bagi hati, keimanan, dan keberkahan hidup.

Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya melaksanakan shalat di awal waktu. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa shalat paling dicintai Allah adalah shalat tepat pada waktunya. Hal ini menunjukkan bahwa ketepatan waktu bukan hanya soal disiplin, tetapi juga wujud ketaatan yang penuh cinta kepada Sang Pencipta. Menunda-nunda shalat tanpa alasan yang dibenarkan sama dengan meremehkan perintah Allah.

Orang yang terbiasa menunda shalat sering kali terjebak pada kelalaian. Semakin sering ditunda, semakin ringan ia memandang kewajiban itu, hingga akhirnya bisa menjerumuskan pada meninggalkan shalat sama sekali. Padahal, meninggalkan shalat dengan sengaja termasuk dosa besar yang diancam dengan siksa berat.

Menunda shalat juga berimplikasi pada hilangnya kekhusyukan. Saat seseorang shalat di akhir waktu karena terdesak, ia cenderung terburu-buru, hatinya tidak tenang, dan pikirannya masih dipenuhi urusan dunia. Akibatnya, kualitas ibadah berkurang drastis, sehingga shalat tidak lagi menjadi penyejuk hati sebagaimana mestinya.

Baca juga :

Al-Qur’an memberi peringatan keras tentang golongan yang melalaikan shalat. Dalam surah Al-Ma’un ayat 4-5, Allah berfirman: “Maka celakalah orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” Ulama menafsirkan, salah satu bentuk kelalaian ini adalah menunda shalat hingga hampir habis waktunya.

Di era modern, kesibukan sering dijadikan alasan utama untuk menunda shalat. Pekerjaan, rapat, atau aktivitas sosial kerap dianggap lebih mendesak daripada segera memenuhi panggilan Allah. Padahal, shalat justru menjadi penolong dalam menghadapi kesulitan hidup. Dengan menomorsatukan shalat, Allah akan memberi kelapangan dalam urusan dunia.

Solusi praktis untuk menghindari kebiasaan ini adalah membiasakan diri shalat di awal waktu, menyusun jadwal aktivitas dengan memperhatikan waktu shalat, dan selalu mengingat bahwa hidup ini sementara. Jika urusan dunia bisa ditunda, maka urusan akhirat justru harus diprioritaskan.

TAGS : Shalat Islam agama waktu

Terkini