UMRAH & HAJI

Hukum Mengambil Miqat di Jeddah

Yahya Sukamdani| Rabu, 26/03/2025
Jeddah bukan salah satu miqat yang disebutkan. Jadi tidak sah mengambil miqat dari Jeddah untuk yang datang dari luar, misalnya dari Indonesia, Malaysia, Mesir, dll. Ilustrasi Miqat

Teras muslim.com - Tidak boleh menjadikan Jeddah sebagai miqat kecuali bagi penduduk Jeddah itu sendiri.
Bagi jamaah dari luar, harus berihram dari miqat yang ditetapkan syariat, sesuai tempat datangnya.

Penjelasan dari Nabi Muhammad SAW:

Rasulullah SAW telah menetapkan miqat-miqat untuk orang yang datang dari arah tertentu:

"Nabi menetapkan Dzul Hulaifah sebagai miqat bagi penduduk Madinah, Al-Juhfah bagi penduduk Syam, Qarnul Manazil bagi penduduk Najd, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman..."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Baca juga :
  • Jeddah bukan salah satu miqat yang disebutkan. Jadi tidak sah mengambil miqat dari Jeddah untuk yang datang dari luar, misalnya dari Indonesia, Malaysia, Mesir, dll.

Siapa yang boleh mengambil miqat dari Jeddah?

  • Penduduk Jeddah sendiri.
  • Orang yang tinggal di Jeddah untuk waktu lama (misalnya kerja atau belajar), boleh berniat ihram dari sana.

Bagaimana dengan jamaah umrah yang mendarat di Jeddah?

Bagi yang mendarat di Jeddah via pesawat, syariat mengharuskan mereka sudah berniat ihram sebelum melewati miqat dari udara.

Contohnya:

  • Dari Indonesia → lewat Yalamlam (miqat bagi orang dari arah selatan)
  • Maka, kamu harus sudah berihram di pesawat, sebelum melewati titik miqat itu.

Biasanya pilot atau kru akan mengumumkan,

"Kita akan melewati miqat dalam 30 menit, silakan bersiap ihram."

Jika sengaja melewati miqat tanpa berihram?

Menurut mayoritas ulama:

Orang yang melewati miqat tanpa ihram dan baru berihram di Jeddah, umrahnya tetap sah, tapi wajib membayar dam (denda) berupa menyembelih 1 kambing di Mekkah.

TAGS : Miqat Umrah Islam Rasulullah SAW

Terkini