• UMRAH & HAJI

Kisah Haru Jemaah Menabung Bertahun-Tahun Demi ke Baitullah

Yahya Sukamdani | Selasa, 09/06/2026
Kisah Haru Jemaah Menabung Bertahun-Tahun Demi ke Baitullah Ilustrasi foto menabung untuk haji dan umrah

Terasmuslim.com - Niat suci untuk menginjakkan kaki di Makkah Al-Mukarramah sering kali menuntut pengorbanan dan kesabaran yang luar biasa.

Di berbagai pelosok negeri, tidak sedikit jemaah yang harus menyisihkan uang receh selama puluhan tahun demi ongkos naik haji.

Mulai dari petani, pedagang kecil, hingga buruh serabutan, mereka rela hidup hemat demi menunaikan rukun Islam kelima.

Setiap lembar rupiah yang mereka tabung di dalam celengan bambu atau rekening bank adalah simbol dari kerinduan yang mendalam.

Perjuangan gigih ini menjadi bukti nyata bahwa panggilan Allah SWT akan selalu menemukan jalan bagi mereka yang bertekad kuat.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur`an mengenai kewajiban haji bagi setiap hamba yang telah mengupayakan kemampuannya.

"Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu) bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana." (QS. Ali `Imran: 97).

Ayat tersebut dipahami oleh para pencari ridha-Nya bukan sebagai pembatasan, melainkan sebagai cambuk pelecut semangat untuk berusaha.

Secara manusiawi, mengumpulkan uang belasan hingga puluhan juta rupiah di tengah himpitan ekonomi terasa seperti sebuah kemustahilan.

Namun, kekuatan iman dan keyakinan pada janji Allah mampu mengubah ketidakmungkinan tersebut menjadi sebuah kenyataan yang indah.

Rasulullah SAW juga memberikan jaminan melalui sabda beliau bahwa harta yang dikeluarkan untuk haji tidak akan membuat miskin.

"Iringilah antara ibadah haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi." (HR. Tirmidzi).

Janji suci inilah yang senantiasa membakar semangat para jemaah untuk terus konsisten menabung meskipun dalam keterbatasan.

Ketika hari keberangkatan tiba, tetesan air mata haru pun tumpah sebagai bayaran tunai atas segala jerih payah selama bertahun-tahun.

Kisah-kisah inspiratif ini mengajarkan kepada kita semua bahwa modal utama menuju Tanah Suci adalah niat dan ketulusan hati.

Mari kita mulai memantapkan niat dan ikhtiar menabung sejak dini, sekecil apa pun nominal yang mampu kita sisihkan hari ini.