• KEISLAMAN

Nasihat Al-Qur`an dan Sunnah di Era Informasi

Yahya Sukamdani | Rabu, 28/01/2026
Nasihat Al-Qur`an dan Sunnah di Era Informasi Ilustrasi hati sebagai pengingat

Terasmuslim.com - Di era banjir informasi, manusia setiap hari menerima begitu banyak berita, opini, dan hiburan. Islam mengingatkan agar akal dan hati tidak menjadi tempat menumpuknya hal-hal yang sia-sia dan merusak. Allah berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya.” (QS. Al-Isra: 36). Ayat ini menegaskan pentingnya selektif terhadap apa yang didengar, dilihat, dan dipercaya.

Hati dalam Islam adalah pusat kesadaran dan keimanan. Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ketika hati dipenuhi kebencian, iri, prasangka, dan konten maksiat, maka perilaku pun akan ikut rusak.

Al-Qur’an juga memperingatkan bahaya perkataan dan informasi yang kotor. Allah berfirman: “Perkataan yang baik adalah seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya menjulang ke langit.” (QS. Ibrahim: 24). Ini menunjukkan bahwa kata-kata yang baik akan menumbuhkan iman, sedangkan kata-kata yang buruk hanya melahirkan kegelisahan dan dosa.

Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang Muslim menjaga lisan dan pikirannya. Beliau bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Prinsip ini tidak hanya berlaku pada ucapan, tetapi juga pada apa yang dikonsumsi oleh pikiran dan hati.

Islam juga menganjurkan untuk membersihkan hati secara rutin melalui dzikir dan membaca Al-Qur’an. Allah berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Dzikir dan Al-Qur’an berfungsi seperti penyaring yang membersihkan hati dari sampah batin berupa kecemasan, iri, dan kebencian.

Karena itu, menjaga otak dan hati bukan berarti menutup diri dari dunia, tetapi memilih dengan bijak apa yang layak masuk ke dalam pikiran dan perasaan. Ketika hati bersih dan akal jernih, hidup menjadi lebih tenang, ibadah lebih khusyuk, dan hubungan dengan sesama pun lebih sehat.